Mengungkap Alasan Rasa Pedas Cabai Tak Selalu Sama

Mengungkap Alasan Rasa Pedas Cabai Tak Selalu Sama

Macam jenis cabe dan berbeda rasa pedasnya. - Foto Freepik--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Bagi pecinta kuliner pedas, sensasi terbakar dari cabai adalah bagian dari kenikmatan yang dicari. 

Namun, tak sedikit yang bertanya-tanya, mengapa rasa pedas dari cabai bisa berbeda-beda, padahal jenis dan tampilannya tampak sama. 

Pertanyaan ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang cukup kompleks.

Selama lebih dari seratus tahun, tingkat kepedasan cabai diukur menggunakan Skala Scoville, sistem yang dikembangkan oleh Wilbur Scoville pada tahun 1912. 

BACA JUGA:BUMN Masih Aman Meski Rupiah Terjun ke Rp20 Ribu

Skala ini mengukur kandungan senyawa capsaicinoid, seperti capsaicin dan dihidrocapsaisin, yang bertanggung jawab terhadap rasa pedas. 

Sebagai gambaran, paprika manis memiliki nol satuan panas Scoville (SHU), sedangkan cabai Carolina Reaper bisa mencapai 2,5 juta SHU. 

Bahkan, rekor cabai terpedas saat ini dipegang oleh Pepper X dengan tingkat kepedasan mencapai sekitar 2.693.000 SHU, nyaris setara dengan semprotan penangkal beruang.

Meski kandungan capsaicin dapat diukur secara akurat menggunakan teknologi kromatografi cair, pengalaman pedas seseorang tetap bisa sangat subjektif. 

BACA JUGA:Penemuan Mengejutkan: Otak Ternyata Bisa Mengatur Nafsu Makan Lewat Hormon Sendiri

Inilah yang coba dijelaskan oleh para ilmuwan dari Ohio State University. Mereka meneliti 10 varietas cabai dan menyesuaikan ekstraknya agar memiliki kadar capsaicin yang sama, yaitu 800 SHU. 

Ekstrak ini kemudian dicampurkan ke dalam jus tomat dan diuji oleh para partisipan. Hasilnya, meskipun kandungan capsaicin sama, para peserta merasakan tingkat pedas yang berbeda-beda.

Melalui teknik pencitraan lanjutan, para peneliti menemukan bahwa ada lima senyawa alami dalam cabai yang turut memengaruhi persepsi rasa pedas. 

Tiga senyawa di antaranya, yaitu capsianoside I, roseoside, dan gingerglycolipid A, terbukti mampu menurunkan sensasi pedas secara signifikan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: