Jakarta Memanas! 25 Ribu Ojol Bersiap Lumpuhkan Aplikasi, Pemerintah Cari Titik Damai
Pengemudi ojol serentak matikan aplikasi, protes besar terjadi di lima titik ibu kota-Ilustrasi freepik.com-
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Jakarta tak sekadar sibuk—kali ini, ia bersiap jadi panggung protes terbesar dalam sejarah transportasi digital Indonesia.
Jalanan ibu kota diprediksi akan dipadati lebih dari 25 ribu pengemudi ojek dan taksi online.
Mereka tak datang untuk mengantar penumpang atau makanan.
Mereka datang membawa satu hal: tuntutan keadilan.
BACA JUGA:Panduan Mengetahui Jenis Kulit Wajah Secara Tepat
Ledakan Aspirasi dari Asfalt ke Istana
Dari ujung Jawa hingga sebagian Sumatera, para pengemudi ojol mulai berdatangan. Mereka tak lagi diam.
Sejak 2022, suara-suara protes sudah menggema. Kini, semuanya meledak menjadi satu: aksi besar-besaran yang dirancang untuk mengguncang aplikasi, mengguncang sistem.
Bukan sekadar demo. Ini gerakan nasional: mematikan aplikasi serentak, menghentikan layanan penumpang, pengantaran makanan, hingga pengiriman barang. Tepat pukul 00.00 WIB hingga 23.59 WIB, layanan ojol off.
BACA JUGA:Garlic Cheese Bread Rumahan: Lezat, Mudah, dan Dijamin Bikin Ketagihan
“Silent Mode” Massal: Strategi Mogok Digital
Tidak ada lonceng notifikasi. Tidak ada “driver is on the way.” Hari itu, aplikasi transportasi digital akan sunyi. Para pengemudi memilih senyap sebagai senjata. Satu hari tanpa layanan adalah bentuk perlawanan yang tidak main-main.
Dampaknya? Ekonomi digital bisa terguncang, masyarakat mungkin terganggu, namun pesan mereka jelas: sistem yang tak adil tak bisa dibiarkan.
BACA JUGA:Camilan Unik Misoa Goreng, Renyah di Luar Lembut di Dalam
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




