Ratusan Mahasiswa Lampung Gelar Aksi di Kantor DPRD Lampung Tolak Pengesahan UU TNI

Ratusan Mahasiswa Lampung Gelar Aksi di Kantor DPRD Lampung Tolak Pengesahan UU TNI

Mahasiswa di Lampung gelar aksi di depan kantor DPRD Lampung tolak pengesahan UU TNI--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Lampung menggelar aksi di halaman kantor DPRD Provinsi Lampung pada Senin, 24 Maret 2025.  

Aksi tersebut soal penolakan terhadap revisi Undang-Undang (UU) TNI yang telah disahkan serta menentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri yang masih dalam tahap pembahasan.  

Para aksi tiba di halaman kantor DPRD Provinsi Lampung sekitar pukul 13.20 WIB dan langsung menyampaikan tuntutan dalam orasi. 

"Kami menolak RUU Polri dan mendesak pencabutan UU TNI karena cacat formil," ujar Romzi, salah satu mahasiswa dalam orasinya.  

BACA JUGA:Tips Jitu Mengumpulkan Berlian MPL untuk Ditukar Jadi Saldo DANA

BACA JUGA:Perjalanan Mudik Lebih Nyaman, Bayar Tol Pakai BRIZZI!

Menurutnya, revisi UU TNI bermasalah secara prosedural karena tidak sesuai dengan hierarki perundang-undangan yang berlaku.  

"Jika merujuk pada Tap MPR sebagai landasan yuridis, revisi ini bertentangan. TNI tidak seharusnya terlibat dalam bisnis. Apakah kita rela demokrasi kita diintervensi?" katanya.  

Romzi juga menyoroti dampak dari regulasi ini terhadap demokrasi dan berbagai kasus kekerasan yang diduga dilakukan aparat.  

"Di Papua, banyak saudara kita menjadi korban. Seharusnya TNI fokus pada pertahanan negara, bukan terlibat dalam hal yang bertentangan dengan profesionalisme mereka," tegasnya.  

BACA JUGA:Wali Kota Bandar Lampung Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik

BACA JUGA:Mulai Pekan Depan Skrining Tiket di Tol Lampung Di Berlakukan Bagi Pemudik ke Bakauheni

Ia menilai bahwa proses revisi UU TNI dilakukan tanpa melibatkan partisipasi masyarakat secara luas, sehingga mencederai prinsip demokrasi.  

"RUU Polri juga menjadi ancaman baru. Jika disahkan, apakah kita siap menghadapi dampak dari kebijakan yang semakin represif?" tambahnya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: