Dewan Soroti Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur

foto dok--
Wanita yang aktif di dunia aktivis perlindungan perempuan dan anak itu berharap, kepada para kepala daerah di 15 kabupaten/kota, termasuk di tingkat provinsi Lampung bisa konsen dalam menyelesaikan persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Saya berharap, bupati maupun walikota, termasuk gubernur bisa membuat program untuk meminimalisir kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di wilayahnya masing-masing. Harapannya kedepan Lampung aman, angka kekerasan bisa diminimalisir, sehingga tidak terjadi kembali kasus serupa seperti di awal 2025 ini,” tandasnya
Diketahui, sejak Januari – Febuari 2025 terdapat enam kasus kekerasan yang telah terjadi di wilayah Lampung.
Di Kabupaten Pringsewu, polres setempat menangkap seorang kakek lantaran diduga mencabuli cucu tirinya yang berusia lima tahun. Akibat perbuatannya, ST (61) warga Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, kini mendekam di sel tahanan.
Selanjutnya, masih di Kabupaten seribu bambu, Seorang dukun palsu berinisial DA ditangkap polisi usai diduga memperkosa korbannya.
Kemudian, Kabupaten Lampung Selatan. Teranyar, bupati terpilih Radityo Egi Pratama, mendatangi kediaman korban FR, di Dusun Kenyayan Bawah, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, pada Jumat sore (7/2/2025). Dalam kunjungannya, Radityo Egi segera menghubungi Kapolres untuk memastikan kasus pelecehan seksual ini segera ditindaklanjuti secara hukum.
Lalu, kasus kekerasan seksual juga terjadi di Kota Bandar Lampung. Mantan honorer Satpol PP Kota Bandar Lampung ditangkap polisi karena diduga memperkosa dua santriwati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: