Infrastruktur Jalan yang Buruk, Hambat Kelancaran Kegiatan Belajar Siswa SD Negeri Atarkuaw

Infrastruktur Jalan yang Buruk, Hambat Kelancaran Kegiatan Belajar Siswa SD Negeri Atarkuaw

--

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - 'Bapak dan Ibu Guru Tolong Jangan Marahi Kami Jika Terlambat Masuk Sekolah' Itulah salah satu ungkapan yang sering disampaikan puluhan peserta didik SD Negeri Atarkuaw, Kecamatan Batu Ketulis, Kabupaten Lampung Barat tepatnya siswa yang tinggal di Pemangku Kayu Kehenak ketika pergi ke sekolah saat cuaca hujan.

Hal tersebut lantaran akses jalan dari pemangku tersebut ke tempat sekolah yang berada di pemangku induk lebih kurang 2 kilometer (KM) masih berupa jalan tanah merah.

Karena kondisi jalan tersebut setiap terjadi hujan menyebabkan badan jalan berubah menjadi lumpur yang licin. Yang memaksa anak-anak harus melepas sepatu dan menggulung celana untuk tetap menjaga agar atribut sekolah tetap bersih.

Fenomena kecelakaan kendaraan seperti motor yang digunakan siswa ke sekolah lantaran jarak dari rumah cukup jauh, bukan hal yang aneh bahkan sudah menjadi hiburan bagi anak-anak. 

BACA JUGA:Peletakan Batu Pertama, Camat Belalau Ajak Umat Dukung Percepatan Pembangunan Masjid Al-Muhajidin

Ditengah kondisi itu, Deki warga setempat berharap agar hal tersebut mendapatkan perhatian dari pemerintah, dengan membangun jalan di wilayah itu agar apa yang menjadi kendala terutama untuk siswa yang kesehariannya belajar teratasi dan siswa tidak khawatir lagi untuk terlambat sekolah. 

Dijelaskannya, terkait seperti apa status dan kewenangan untuk pembangunan jalur tersebut apakah milik pekon atau kabupaten. Yang didambakan warga adalah bagaimana itu dibangun. 

"Kalau seperti apa regulasi dan perizinan dalam pembangunannya jujur saja kami tidak mau ambil pusing, kami hanya mengharapkan jalan kami di bangun sehingga anak-anak dapat mengenyam pendidikan lebih nyaman seperti lainnya. Dan warga tidak ada kendala untuk beraktifitas meskipun terjadi hujan," harapnya.

Di singgungnya harapan dan usulan agar jalur tersebut dapat pembangunan selalu di suarakan baik secara formal maupun non formal dari warga ke pekon dengan harapan disampaikan dengan pemerintah untuk dapat mengalokasikan bantuan untuk pembangunan jalan tersebut.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: