PGRI Pesbar Gelar Konkerkab ke-III
--
PESBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) menggelar Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) ke III PGRI tahun 2023 yang dipusatkan di aula Sartika Guest House, Pekon Seray Kecamatan Pesisir Tengah, Rabu (15/3).
Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesbar, Edwin Kastolani Burtha, S.H, M.P., Ketua PGRI Provinsi Lampung Drs. M. Ilyas Efendi, ketua PGRI Kabupaten Pesbar, Sofyan, S.Pd., serta pihak terkait lainnya.
Ketua PGRI Kabupaten Pesbar, Sofyan, mengatakan, meski Pemerintah telah mencabut Pembatasan Pertemuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai dampak dari Pandemi Covid-19, tapi seluruh tatanan kehidupan perekonomian, sosial budaya, utamanya kesehatan dan termasuk pendidikan masih belum maksimal kita rasakan.
“Seperti kita ketahui bersama bahwa pandemi Covid-19 terjadi sejak Maret 2020 lalu hingga sekarang belum berakhir, tepatnya pada pelaksanaan HUT ke-77 PGRI dan HGN tahun 2022 di Semarang ada beberapa pengurus besar yang masih terdampak Covid-19,” katanya.
BACA JUGA:Diusulkan Jadi Penerima Penghargaan SPSWK, Gubernur Arinal Paparkan Program Unggulan
Lanjutnya, peserta didik mulai dari TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK sampai perguruan tinggi telah mulai melakukan proses pendidikan dan pembelajaran secara aktual/tatap muka seperti sedia kala.
Hanya dampak dua tahun pandemi Covid-19 itu masih menyisakan dampak negatif perilaku sebagian siswa saat kembali ke pembelajaran di kelas.
Karena memang pembelajaran daring (dalam jaringan) tidak dapat menjangkau proses penanaman akhlak kepada siswa.
“Bahkan secanggih apapun teknologi tidak akan pernah tergantikan oleh keahlian guru dalam menanamkan norma kepribadian dan sosial/akhlakul karimah,” jelasnya.
BACA JUGA:Tingkatkan Kemampuan, Kodim 0410 Gelar Latbak Jatri
Masih kata dia, Pemerintah Pusat dengan berbagai pertimbangan telah menyerahkan kebijakan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka kepada Pemerintah Daerah yang pelaksanaannya telah dimulai pada Juli 2022 lalu.
Bahkan pemberlakuan Kurikulum Merdeka pun belum diwajibkan dan kembali ke kurikulum 2013 akibat belum siapnya guru dan tenaga kependidikan yang sebagian besar memang belum mengikuti pelatihan tentang kurikulum merdeka tersebut.
Karena itu, berdasarkan analisis tersebut, maka pengurus PGRI Pesbar menyatakan beberapa hal antara lain pendidikan adalah sendi utama dalam membangun kecerdasan bangsa dan karakter bangsa sesuai amanat pembukaan UUD 1945.
Maka dari itu hendaknya pengambilan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan harus menyertakan organisasi guru/PGRI agar saling mendukung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




