Agus Istiqlal Hadiri Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah

Agus Istiqlal Hadiri Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah

--

PESBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar gerakan nasional aksi bergizi melalui kampanye aksi bergizi di sekolah, yang dipusatkan di SMAN 1 Pesisir Tengah, Rabu (26/10).

Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Dr.Drs.Agus Istiqlal, S.H, M.H., Wakil Bupati A.Zulqoini Syarif, S.H., Plt.Asisten III Setdakab Pesbar, Jon Edwar, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesbar, Edwin Kastolani Burtha, S.H, M.P., sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab setempat, Camat, TP-PKK, unsur Forkopimda, perwakilan Puskesmas Krui, Kepala SMAN 1 Pesisir Tengah Putrawan Jaya Ningrat, S.Pd, M.Si., serta pihak terkait lainnya.

Kepala SMAN 1 Pesisir Tengah, Putrawan Jaya Ningrat, mengucapkan selamat datang kepada Bupati, Wabup beserta jajaran Pemkab setempat di sekolah ini. 

Dengan adanya kegiatan aksi bergizi di sekolah itu diharapkan bermanfaat bagi siswa, dengan harapan kedepan siswa dapat lebih memahami betapa pentingnya gizi untuk kesehatan.

BACA JUGA:Penyaluran KUR di Lambar Tembus Rp306 Miliar

“Kita berharap seluruh siswa di sekolah ini kedepan benar-benar menerapkan dan memahami tentang gizi, serta memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi,” katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Pesbar Agus Istiqlal, menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan ini juga dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda dan hari kesehatan nasional ke-58, dengan melibatkan lintas sektor di tingkat pusat dan daerah serta seluruh warga sekolah, khususnya remaja putri sebagai penerima manfaat langsung dari kegiatan ini.

“Diharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat memotivasi sekolah-sekolah lain untuk ikut melaksanakan kegiatan aksi bergizi secara rutin sebagai bentuk upaya meningkatkan gizi remaja serta mencegah anemia pada remaja putri,” katanya

Untuk diketahui, lanjutnya, anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita, remaja, ibu hamil sampai usia lanjut. 

BACA JUGA:Puncak HUT Pekon Trimulyo Ke 38 Bertabur Hadiah

Menanggulangi hal tersebut, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya melalui pendidikan gizi seimbang, fortifikasi pangan dan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD). 

Suplementasi TTD mulai dilaksanakan pada tahun 2015 dengan minum TTD satu tablet per minggu sepanjang tahun bagi remaja putri usia 12-18 tahun yang berada di jenjang pendidikan SMP/sederajat dan SMA/sederajat.

“Walaupun pemberian TTD pada remaja putri sudah dilakukan, prevalensi anemia masih cukup tinggi. banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah kurangnya kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi TTD,” jelasnya.

Masih kata Agus, dalam kegiatan aksi bergizi tersebut dilaksanakan dengan tiga intervensi utama, yaitu sarapan dan minum TTD bersama di sekolah/madrasah setiap minggu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: