Lewat Lokmin Lintas Sektor PKM Way Krui Bahas Sejumlah Program

Lewat Lokmin Lintas Sektor PKM Way Krui Bahas Sejumlah Program

Media Lampung - Disway National Network-medialampung.co.id---

PESBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Unit Pelaksana Tekhnis (UPT), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Way Krui, Kabupaten Pesiisr Barat (Pesbar) mengadakan Lokakarya Mini (Lokmin) lintas sektor yang dipusatkan di Ruang Laboratorium SMPN 17 Krui, Kamis (29/9).

Hadir dalam kesempatan itu, Sekretaris Dinkes Irhamudin, S.Km., Kepala Puskesmas Way Krui, Rahmat Mathori, S.Km., Camat Way Krui, Yurni Dewi, anggota Polsek Pesisir Tengah, anggota Koramil Pesisir Tengah, Pendamping Desa, Peratin, PKK, dan Karang Taruna.

Kepala Puskesmas Waykrui, Rahmat Mathori, mengatakan dalam Lomin Lintas Sektor itu terdapat sejumlah poin yang berkaitan dengan kesehatan dan dibahas bersama dengan lintas sektor, seperti kasus penyakit menular, isu nasional kasus stunting dan kesehatan lingkungan.

“Sejumlah kegiatan kita bahas dalam kegiatan Lokmin ini, mulai dari kasus penyakit menular seperti serangan DBD, malaria, chikungunya, upaya pencegahan stunting hingga pencegahan penularan penyakit dengan menjaga kebersihan lingkungan,” kata dia.

BACA JUGA:Tidak Bayar Sewa Tanah, Pedagang Dianggap Mengundurkan Diri

Dijelaskannya, dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan perlu dilakukan gotong royong membersihkan lingkungan minimal satu minggu sekali, melaporkan segera bila terjadi kasus penyakit menular di pekon kepada puskesmas way krui dan berkoordinasi dengan bidan desa.

“Pada November mendatang tiga pekon akan mengikuti tahapan verifikasi ODF tingkat Provinsi setelah lulus verifikasi tingkat kabupaten, seperti pekon Bumi Waras, Penggawa Lima, dan Penggawalima Ilir,” jelasnya.

Melalui Lokmin Lintas Sektor itu, dibahas juga terkait pembuatan septic tank di pekon Penggawalima Ilir bagi warga melalui anggaran dana desa (DD), menyiapkan pekon untuk verifikasi ODF tahun 2023.

“Pekon juga kita minta agar menyediakan perlengkapan posyandu seperti Alat timbang bayi balita, Alat ukur tinggi badan balita, alat ukur panjang badan pada bayi dan kelengkapan lainnya berupa Staterkit Posyandu,” terangnya.

BACA JUGA:Atlet Surfing Asal Pesbar Akan Wakili Lampung

Selain itu, pihaknya juga meminta warga melalui pemerintah pekon dapat memberikan informasi ke bidan desa atau tenaga kesehatan jika terdapat balita di curigai gizi kurang dan ibu hamil kek dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Kita akan memaksimalkan kegiatan penurunan stunting di wilayah Kecamatan Way krui, karena itu kita berharap masyarakat yang memiliki balita diduga stunting atau ibu hamil kekurangan energi kronis dapat menghubungi tenaga kesehatan agar langsung ditangani,” pungkasnya. (ygi/d1n/mlo)

 

Sumber: