Kepala Kampung Gunung Labuhan Terima Bantuan Bibit Durian dari Dinas Pertanian Waykanan
Medialampung.co.id - Kepala Kampung Gunung Labuhan mengucapkan terimakasih kepada Dinas Pertanian Kabupaten Waykanan, dimana, Bibit Durian yang diberikan Dinas Pertanian Lampung untuk Kelompok tani Mitra Sari 1 Kampung Gunung Labuhan telah diterima pihaknya, karena pembagian bibit durian semasa musim penghujan seperti ini dianggap sangat tepat, karena bisa langsung ditanam di kebun dan pekarangan rumah Kelompok Tani yang menerimanya.
Menurut Kepala Kampung Gunung Labuhan Kecamatan Gunung Labuhan H.Yanto bahwa sebenarnya para petani di Waykanan khususnya di Kampung gunung Labuhan memiliki lahan yang cukup luas untuk dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan dan atau pertanian lainnya. Hanya saja warganya terkendala dengan mahalnya harga bibit dan perawatan termasuk harga pupuk terus beranjak naik,
“Kalau potensi sumber daya alam di Gunung Labuhan dan Waykanan umumnya masih sangat luas, dan belum dimanfaatkan secara maksimal, dan dengan adanya pembagian bibit durian ini, sedikit membawa harapan kedepan lahan lahan tidur yang ada dapat dimanfaatkan sebagai kebun durian yang nantinya akan mampu meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat apalagi memang tekstur tanah di Gunung labuhan memang sangat baik untuk pengembangan perkebunan durian, karena kondisi alamnya yang dirasa cocok sekali, hal itu dapat terlihat dari tanaman yang sudah ada, berbuah lebat dan manis,” ujar Yanto.
Masih menurut Yanto, bahwa di Waykanan beberapa waktu yang lalu juga pernah ada pembagian bibit buah buahan maupun tanaman perkebunan lainnya (Karet maupin sawit), akan tetapi entah kareha bibitnya yang dibagikan itu kurang bermutu atau karena minimnya perawatan tidak berkembang dengan baik selain itu pembagiannya dilaksanakan pada musim kemarau sehingga banyak bibit yang mati. Untuk itu dirinya meminta kepada warga yang tergabung dalam kelompok tani penerima bantuan bibit ini dapat merawatnya dengan baik.
Pernyataan Kepala Kampung Gunung Labuhan itu dibenarkan oleh Tatang, warga Blambangan Umpu, yang juga pernah menerima bantuan bibit karet maupun durian, akan tetapi ternyata karetnya getahnya sedikit, dan duriannya justru tidak berbuah dan bahkan banyak yang mati sebelum ditanam, karena dibagikan di musim kemarau.
“Dari Pengalaman kami waktu itu, wajar kalau semestinya bantuan itu dicek dulu benarkah bibit tersebut adalah bibit unggul itu nanti bisa kita lihat berapa tahun usianya baru berbuah, kalau usia 4 tahun sudah berbuah itu baru benar bibit unggul akan tetapi kalau seperti punya saya sudah lebih 10 tahun belum juga berbuah, padahal di batangnya itu waktu dibagikan ada segel yang menyatakan bibit unggul, maksud saya segera bisa dibuat dimana saja akan tetapi nanti kita bisa membuktikan apakah bibit yang dibagikan itu benar-benar unggul atau tidak,” ujar Tatang.
“Memang bibit durian ini untuk masa panennya berjangka panjang. Namun untuk observasi, kandungan pohon durian ini banyak menyimpan air sehingga lingkungannya tidak tandus atau gersang, sehingga durian selain berbuah juga berperan sebagai penahan air jadi sangat cocok di Waykanan, tetapi sekali lagi untuk mutu nanti kita lihat 4 atau 5 tahun lagi,” imbuh Tatang.(sah/mlo)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
