Usai Lantik PPTP, Gubernur Arinal Berpesan ASN Jaga Integritas dan Hindari KKN

Usai Lantik PPTP, Gubernur Arinal Berpesan ASN Jaga Integritas dan Hindari KKN

--

Medialampung.co.id - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung di Balai Keratun Lt. 3, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Kamis (16/6). 

Adapun tiga pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik yaitu Zainal Abidin yang sebelumnya Kepala Biro Administrasi Pembangunan Provinsi Lampung kini menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan. 

Kemudian, Syaiful Dermawan yang sebelumnya Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan kini menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik. 

Dan Emilia Kusumawati yang sebelumnya Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung kini menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung. 

Selain itu, Gubernur juga melantik 25 orang Pejabat Administrator dan 37 orang Pejabat Pengawas. 

"Selamat kepada yang baru saja dilantik. Saya percaya bahwa saudara akan mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang telah diamanahkan," kata Gubernur Arinal. 

Lanjutnya, kepada pejabat yang dilantik agar mampu menjadi ASN yang Berakhlak, selalu menjaga integritas dan hindari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). 

"Jadilah seorang pemimpin yang menjadi figur sebagai teladan," katanya. 

Gubernur juga mengatakan jajaran Pemerintah Provinsi Lampung dituntut untuk mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat. 

"Serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, dan kekhasan," ujarnya. 

Ia mendorong jajaran Pemerintah Provinsi Lampung juga harus bisa menguasai teknologi, mengikuti tuntutan dan perubahan zaman dan turun langsung dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

"Seorang pemimpin harus aktif membangun sinergi lintas sektor," katanya. 

ASN harus bisa menjadi kaum profesional yang cerdas, dalam mewujudkan SMART ASN. 

 

"Melalui adaptasi terhadap teknologi agar kinerja pelayanan lebih cepat, akurat, dan efisien," pungkasnya. (ded/mlo)

Sumber: