Jangan Panik! Begini Langkah Aman Menghadapi Kebakaran Mobil Listrik
Ketahui tanda awal, penyebab, dan cara hindari kebakaran mobil listrik-Ilustrasi AI-
Kebakaran baterai lithium-ion memerlukan penyemprotan air dalam jumlah besar dan waktu pendinginan yang lama untuk mencegah api kembali menyala (re-ignition).
Bahkan, terdapat beberapa kasus di mana api bisa muncul kembali beberapa jam setelah padam akibat reaksi kimia baterai yang belum stabil.
BACA JUGA:Robotaxi Tesla Resmi Beroperasi, Tapi Masih Andalkan Sopir Manusia
4. Hindari Menggunakan APAR Biasa
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) standar yang sering dibawa di mobil tidak efektif untuk memadamkan kebakaran baterai lithium-ion.
Kecuali Anda memiliki APAR khusus baterai dan memahami cara menggunakannya, jangan coba memadamkan api sendiri.
Biarkan tim pemadam kebakaran yang memiliki perlengkapan dan keahlian khusus menangani situasi tersebut.
BACA JUGA:Oldsmobile Curved Dash Mobil Pertama dengan Speedometer di Dunia
5. Laporkan dan Dokumentasikan Kejadian
Setelah situasi aman:
- Laporkan ke kepolisian untuk proses dokumentasi resmi.
- Hubungi pihak asuransi untuk klaim kerusakan.
- Jika mobil masih bergaransi atau dalam masa sewa, segera informasikan ke dealer atau produsen resmi.
- Lengkapi laporan dengan foto, video, dan kronologi detail untuk memudahkan investigasi dan proses klaim.
6. Lakukan Perawatan Rutin dan Edukasi Keselamatan
Untuk meminimalisir risiko:
- Rutin lakukan pemeriksaan sistem baterai dan kelistrikan di bengkel resmi.
- Pastikan tidak ada kerusakan, kebocoran, atau suhu berlebih pada komponen kelistrikan.
- Pelajari fitur keselamatan mobil listrik seperti tombol pemutus arus (emergency shut-off) dan lokasi baterai.
- Edukasi sederhana tentang prosedur darurat akan meningkatkan kesiapsiagaan Anda di jalan.
BACA JUGA:Wuling Buka Suara soal Petisi Penurunan Harga Binguo EV hingga Rp 180 Juta
Mobil listrik memang efisien dan ramah lingkungan, tetapi bukan berarti bebas risiko.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
