BYD Guncang Dominasi Tesla di Pasar Mobil Swakemudi

BYD Guncang Dominasi Tesla di Pasar Mobil Swakemudi

Fitur God’s Eye BYD dinilai lebih unggul dari FSD Tesla, dan dibagikan tanpa biaya-Ilustrasi: Canva@Budi Setiawan-

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, semakin menunjukkan taringnya di panggung global. 

Setelah berhasil mendominasi pasar mobil listrik terjangkau, BYD kini mulai menyaingi Tesla dalam persaingan teknologi kendaraan otonom atau mobil swakemudi.

Mengutip laporan Reuters pada Selasa (10 Juni 2025), ternyata BYD sudah membuat gebrakan besar dengan meluncurkan sistem bantuan pengemudi canggih bernama God’s Eye dan yang mengejutkan lagi ternyata teknologi ini diberikan secara gratis kepada konsumennya. 

Padahal, fitur serupa dari Tesla, yakni Full Self-Driving (FSD), masih dibanderol sekitar US$ 9.000 atau setara dengan Rp 146,5 juta di pasar Tiongkok.

BACA JUGA:Cara Praktis Melacak Lokasi Nomor HP Menggunakan Google Maps

Langkah agresif ini langsung menarik perhatian para pengamat industri. 

Taylor Ogan, seorang investor asal Amerika Serikat yang kini tinggal di Shenzhen dan telah mencoba teknologi dari kedua produsen, menyebut bahwa kemampuan sistem milik BYD bahkan melampaui performa FSD milik Tesla. 

“Dengan kehadiran God’s Eye, strategi Tesla mulai kehilangan arah,” ujarnya.

Fenomena ini ternyata bukan hanya dimotori oleh BYD, bahkan kini sejumlah produsen mobil listrik pintar asal Tiongkok lainnya seperti Xpeng dan Leapmotor juga sudah meluncurkan kendaraan dengan fitur mengemudi semi-otonom untuk jalan raya maupun perkotaan dengan harga yang sangat kompetitif  yaitu hanya sekitar US$ 20.000 per unit.

BACA JUGA:Mengintip Fitur Canggih KIA EV3, Si Mobil Masa Depan

Tekanan dari inovasi dan harga miring para pesaing lokal ini menjadi tantangan besar bagi Tesla. 

Perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk itu kini menghadapi penurunan penjualan global dan harus merespons cepat ancaman dari Tiongkok, pasar kendaraan listrik terbesar di dunia. 

Bahkan setelah terlibat dalam periode yang penuh gejolak di ranah politik sebagai penasihat di era Donald Trump, ternyata Musk juga kini harus kembali fokus memperkuat lini bisnisnya yang mulai terguncang.(*)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: