Apindo Gelar FGD Bahas Optimalisasi Peran Pelabuhan Panjang dalam Ekspor Impor
Apindo Gelar FGD Bahas Hambatan dan Potensi Pelabuhan Panjang-Foto Dok-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Lampung menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Aula Kampus IIB Darmajaya, Senin (19 Mei 2025), untuk membahas optimalisasi peran Pelabuhan Panjang dalam menunjang aktivitas ekspor dan impor.
Pelabuhan yang menjadi salah satu pelabuhan utama di Sumatera ini dinilai belum berjalan maksimal dalam mendukung sistem logistik nasional akibat sejumlah hambatan regulasi dan pengembangan infrastruktur.
Ketua Umum Apindo Lampung, Ary Meizari Alfian, mengatakan bahwa untuk mengoptimalkan peran Pelabuhan Panjang diperlukan sinergi dari seluruh pihak, baik pemerintah pusat dan daerah, pengusaha, hingga operator pelabuhan.
Ia menyebutkan bahwa hambatan-hambatan yang ada selama ini harus diurai satu per satu agar pelabuhan tersebut bisa memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
BACA JUGA:Polda Lampung Ungkap 244 Kasus Premanisme dan Pungli dalam Operasi Pekat Krakatau 2025
Ary menekankan bahwa FGD ini tidak hanya bertujuan menghasilkan dokumen tertulis, tetapi juga mendorong lahirnya rekomendasi konkret yang bisa dijadikan acuan dalam pengambilan kebijakan strategis di sektor logistik dan perdagangan.
Ia menjelaskan bahwa terdapat dua hambatan utama yang menjadi sorotan dalam diskusi tersebut.
Pertama, kebijakan nasional yang masih membatasi aktivitas impor melalui Pelabuhan Panjang menyebabkan peningkatan biaya logistik dan menyulitkan distribusi barang ke wilayah sekitar.
Kondisi ini dinilai dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan menurunkan daya tarik investasi di Provinsi Lampung.
BACA JUGA:Media Dibatasi di Debat Kandidat PSU Pilkada Pesawaran, Ini Tanggapan Pengamat
Kedua, meskipun Pelabuhan Panjang memiliki potensi besar sebagai pelabuhan strategis, hingga akhir 2023 Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Panjang belum juga ditetapkan oleh pemerintah pusat dan masih dalam tahap review akhir.
Keterlambatan tersebut mengakibatkan ketidakpastian dalam perencanaan dan pengembangan infrastruktur yang sangat dibutuhkan.
Ary menilai bahwa ketidakpastian ini bisa menimbulkan kerugian ekonomi jangka panjang dan melemahkan daya saing daerah.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor transportasi dan pergudangan di Lampung mencatat pertumbuhan sebesar 16,66 persen pada tahun 2023, menunjukkan bahwa sektor ini memiliki kontribusi besar dalam perekonomian daerah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




