Batagor dan Siomay, Dua Legenda Jajanan Bandung yang Tetap Digemari
Batagor goreng renyah dan siomay kukus disajikan dengan saus kacang khas Bandung.-Ilustrasi Gemini AI-
BACA JUGA:Katumbak, Kesenian Tradisional Pariaman yang Memadukan Musik dan Tarian Penuh Makna
Perbedaan Utama Keduanya
Perbedaan paling mencolok terletak pada teknik memasak. Batagor digoreng hingga renyah, sedangkan siomay dikukus sehingga empuk.
Dari sisi penyajian, siomay umumnya dilengkapi sayuran dan telur. Batagor lebih sederhana dengan fokus pada tahu dan pangsit goreng.
Meski berbeda, keduanya mengandalkan saus kacang sebagai elemen utama yang menyatukan rasa gurih, manis, dan pedas.
BACA JUGA:OAIL Itera Pantau Hilal Ramadhan 1447 H Selama Dua Hari
Popularitas dan Nilai Budaya
Batagor dan siomay bukan sekadar jajanan kaki lima. Keduanya telah menjadi bagian dari identitas kuliner Bandung dan sering dijadikan oleh-oleh.
Gerobak siomay dan batagor mudah ditemui di berbagai kota di Indonesia. Variasi modern seperti isi udang, ayam, hingga produk beku pun kini banyak beredar.
Namun, cita rasa autentik dari pedagang tradisional tetap memiliki tempat tersendiri di hati penikmatnya.
BACA JUGA:Bandar Lampung Siapkan PSEL di Kota Baru, Sampah Ditargetkan Jadi Energi Listrik
Keberadaan dua jajanan ini menunjukkan kuatnya pengaruh kuliner Sunda dalam memperkaya khazanah makanan Nusantara.
Di tengah gempuran makanan cepat saji modern, batagor dan siomay tetap bertahan sebagai kuliner legendaris.
Kehadirannya tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi simbol kekayaan tradisi kuliner Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
