Bubur Mengguh Bali, Bubur Gurih Khas Buleleng dengan Cita Rasa Tradisional
Bubur Mengguh bukan sekadar bubur biasa, melainkan representasi kearifan lokal Bali Utara.--
BACA JUGA:DPRD Kota Bandar Lampung Buka Masa Sidang II Tahun 2025–2026
Cita Rasa dan Tekstur
Dari segi rasa, Bubur Mengguh menawarkan sensasi yang kompleks dan berlapis. Gurihnya santan berpadu dengan pedas serta aroma rempah dari ayam suwir.
Kesegaran urap sayur memberikan keseimbangan rasa, sementara serundeng kelapa menambahkan tekstur renyah yang khas.
Setiap suapan menghadirkan kombinasi rasa gurih, pedas, dan sedikit manis alami dari kelapa. Perpaduan inilah yang membuat Bubur Mengguh terasa istimewa dan meninggalkan kesan mendalam bagi penikmatnya.
BACA JUGA:Pemdes Haduyang Klarifikasi Akses Jalan Dusun Puloraya, Tegaskan Jalur Utama Sudah Layak
Cara Penyajian Tradisional
Secara tradisional, Bubur Mengguh disajikan dalam porsi besar untuk dinikmati bersama-sama.
Bubur diletakkan di mangkuk atau piring, kemudian ditata dengan berbagai lauk di atasnya.
Cara penyajian ini tidak hanya menonjolkan kelezatan hidangan, tetapi juga memperlihatkan nilai kebersamaan yang menjadi inti dari budaya Bali.
BACA JUGA:Tahun 2025, 20 Tambang Ilegal Ditertibkan, Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Lingkungan
Bubur Mengguh dalam Kehidupan Modern
Seiring perkembangan zaman, Bubur Mengguh tidak lagi terbatas pada acara adat. Hidangan ini kini mulai banyak dijajakan di warung tradisional dan pasar pagi di Bali Utara.
Bahkan, beberapa pelaku kuliner mengadaptasinya sebagai menu sarapan karena kandungan karbohidrat, protein, dan seratnya yang cukup seimbang.
Kehadiran Bubur Mengguh di ruang kuliner modern menjadi bukti bahwa makanan tradisional tetap relevan dan mampu bersaing dengan hidangan kekinian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




