Leukosit Tinggi pada Bayi: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

Leukosit Tinggi pada Bayi: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

Leukosit tinggi pada bayi bukan selalu tanda sesuatu yang berbahaya, tetapi tetap harus dipantau dengan serius.-Foto Freepik.com-

BACA JUGA:Benarkah Bawang Merah Bisa Obati Demam pada Anak? Ini Faktanya

• Peradangan pada jaringan tubuh

Reaksi alergi, iritasi, atau luka tertentu dapat membuat tubuh melepaskan sinyal peradangan yang akhirnya memicu lonjakan leukosit.

• Stres fisiologis

Bayi yang baru lahir bisa mengalami peningkatan leukosit sementara akibat proses persalinan, demam tinggi, kelelahan, atau menangis berkepanjangan. Kondisi ini biasanya bersifat sementara.

BACA JUGA:Sering Sendawa dan Kentut: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Lengkap

• Pengaruh obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat dapat merangsang sumsum tulang untuk memproduksi lebih banyak leukosit. Biasanya peningkatan ini terjadi sebagai efek samping dan perlu dipantau oleh tenaga medis.

• Gangguan pada sumsum tulang

Walaupun jarang, masalah pada sumsum tulang yang berperan sebagai pabrik sel darah dapat menyebabkan lonjakan leukosit yang sangat tinggi. Kondisi ini biasanya memerlukan evaluasi lebih detail.

BACA JUGA:Bunda PAUD Lampung Tekankan Penguatan Peran Himpaudi untuk Layanan PAUD Berkualitas

Gejala yang Mungkin Terlihat

Leukosit tinggi umumnya datang bersama tanda-tanda lain yang menunjukkan tubuh sedang bermasalah. Orang tua dapat memperhatikan beberapa perubahan berikut:

  • Demam atau suhu tubuh naik tiba-tiba
  • Bayi tampak lebih rewel dan sulit ditenangkan
  • Penurunan nafsu makan atau menolak menyusu
  • Bayi lemas, kurang responsif, atau tampak tidak seaktif biasanya
  • Batuk, pilek, atau napas cepat jika penyebabnya infeksi pernapasan
  • Perubahan pada urine atau tinja, misalnya lebih keruh atau berbau tajam

Setiap bayi bisa menunjukkan gejala yang berbeda tergantung asal masalahnya, jadi penting bagi orang tua untuk mengamati kondisi secara keseluruhan, bukan hanya angka leukosit.

BACA JUGA:Apakah Begadang Bisa Menurunkan Berat Badan? Berikut Penjelasannya

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: