Alat Bantu Pernapasan: Jenis, Risiko, dan Panduan Penggunaan
Alat bantu pernapasan berperan penting dalam menjaga suplai oksigen bagi pasien dengan gangguan pernapasan, baik yang bersifat sementara maupun kronis. - Foto freepik--
BACA JUGA:Obat Kutu Rambut Alami yang Efektif dan Aman untuk Semua Usia
5. Continuous Positive Airway Pressure (CPAP)
Alat ini memberikan tekanan udara positif secara konstan ke saluran napas, biasanya digunakan oleh pasien sleep apnea untuk mencegah henti napas saat tidur.
BACA JUGA:Vitamin dan Nutrisi Terbaik untuk Tulang Kuat dan Sendi Lentur
6. Ventilator Mekanik
Ventilator merupakan mesin canggih yang bisa membantu atau sepenuhnya menggantikan pernapasan pasien.
Umumnya digunakan di ruang ICU untuk pasien kritis, seperti penderita gagal napas akut atau yang sedang menjalani operasi besar.
BACA JUGA:Makan Nanas Secara Rutin, Apa Saja Manfaatnya untuk Kesehatan?
Risiko Penggunaan Alat Bantu Pernapasan
Meskipun memberi manfaat besar, penggunaan alat bantu pernapasan juga memiliki risiko, terutama bila tidak sesuai aturan medis.
Beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:
- Ketergantungan – tubuh bisa terbiasa dan sulit bernapas normal tanpa alat.
- Iritasi kulit atau hidung – akibat penggunaan masker atau selang dalam jangka waktu lama.
- Infeksi pernapasan – bila peralatan tidak dibersihkan dengan benar, bakteri dan jamur dapat berkembang.
- Keracunan oksigen (oxygen toxicity) – terjadi bila kadar oksigen terlalu tinggi diberikan dalam waktu lama.
- Risiko teknis – misalnya tabung bocor, tekanan oksigen tidak stabil, atau kerusakan mesin ventilator.
BACA JUGA:Daun Bandotan: Nutrisi, Khasiat Herbal, dan Cara Aman Menggunakannya
Tips Aman Menggunakan Alat Bantu Pernapasan
Agar pemakaian aman sekaligus efektif, berikut beberapa panduan yang sebaiknya diperhatikan:
- Gunakan alat sesuai petunjuk dokter, termasuk pengaturan aliran oksigen (flow rate).
- Bersihkan secara rutin selang, masker, dan humidifier untuk mencegah kuman.
- Pastikan ruangan berventilasi baik, khususnya bila memakai konsentrator oksigen di rumah.
- Jauhkan dari api, rokok, atau sumber panas karena oksigen sangat mudah memicu kebakaran.
- Gunakan pelembap udara jika hidung atau tenggorokan sering terasa kering.
- Periksa kondisi alat secara berkala, pastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan teknis.
- Jangan pernah mengatur dosis oksigen sendiri tanpa arahan tenaga medis, karena kelebihan atau kekurangan oksigen sama-sama berbahaya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




