Awas! Penipu Berkedok Polisi Minta Transfer

Awas! Penipu Berkedok Polisi Minta Transfer

Medialampung.co.id - Atribut Polisi terkadang dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menipu masyarakat dengan meminta sejumlah uang dengan alasan tertentu.

Seperti yang dialami Martono, SE., Kepala Kampung Setia Negara Kecamatan Negara Batin Waykanan, dirinya ditelpon oleh seseorang yang mengaku sebagai Salah satu Kasat yang sedang kehabisan uang dijalan saat mengejar target operasi.

“Jadi pelaku yang mengaku polisi (Kasat) itu sebelumnya minta maaf kepada saya, dan mengaku berangkat terburu-buru, sehingga lupa bawa uang, dan tidak bawa dompet, di tengah jalan kendaraan mereka rusak dan terpaksa harus ganti gardan baru dan uang untuk beli gardan itu kurang Rp.1.300.000, itulah yang ia suruh transfer ke rekening anggotanya atas nama Kiki Febriyadi dengan No Rekening 1140021689479,” ujar Martono.

“Akan tetapi saya sedikit curiga, masak ia seorang Kasat mau pinjam uang segitu kepada saya, apalagi saya sama sekali tidak kenal, kenapa ia tidak pinjam dengan anggotanya dan atau menelepon keluarganya untuk dikirimi uang, sehingga saya tidak memenuhi permintaan orang yang ngaku Polisi tersebut, atas kejadian ini saya minta kita semua berhati-hati dengan orang yang sok kenal dan mengaku keluarga, jangan-jangan besok ada keluarga kita yang lain yang hendak ditipu dengan modus seperti saya,” pesan Martono.

Terpisah Dendi, Warga Kampung Negeri Baru, Kecamatan Umpu Semenguk Kabupaten Waykanan menyatakan pernah mengalami hal serupa, yakni aksi percobaan penipuan dengan mengatasnamakan oknum kepolisian dari polres Waykanan dan menggunakan foto oknum polisi di aplikasi pesan WhatsApp yang bernama Bripka M Andika, S.H.

"Saya pun hampir kena tipu chat WA berlagak oknum polisi Polres Waykanan, padahal hanya modus penipuan, untungnya saya sedikit ada yang kenal anggota Polres jadi saya tidak percaya dengan yang dikatakan penipu tersebut dan ketika saya suruh dia minta langsung dengan Bapak Kapolres, eh hp nya dimatikan," kata Dendi.

Salah satu warga Blambangan Umpu juga pernah mengalami hal serupa dimana penipu menghubungi nomor teleponnya mengaku polisi dan menyatakan cucunya sedang kecelakaan, dan sedang membutuhkan uang sesegera mungkin untuk pengobatan di rumah sakit.

“Saya sempat percaya, akan tetapi tiba-tiba cucu saya yang dikatakan kecelakaan itu justru datang dan menanyakan siapa yang telepon, akhirnya yang awalnya seperti terhipnotis saya langsung sadar hampir tertipu,” ujar Siti, warga Blambangan Umpu yang berharap Polres Waykanan dapat, mengungkap para penipu yang membuat resah warga tersebut. 

Terpisah, Kapolres Waykanan AKBP Binsar Manurung, S.IK., MH., M.Si., memastikan penelpon yang mengatasnamakan Anggotanya itu adalah polisi palsu, dan memastikan Anggota Polres Waykanan tidak akan melakukan hal buruk tersebut.

“Saya pastikan itu bukan anggota saya, dan ini akan kami tindak lanjuti, namun saya menghimbau kepada masyarakat Waykanan untuk terus berhati-hati, jangan sampai mudah percaya sebelum memastikan apa berita yang disampaikan,” tegas AKBP Binsar Manurung.(sah/mlo)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: