Tak Semua Siap Jadi Freelancer, Tapi Banyak yang Mencoba

Tak Semua Siap Jadi Freelancer, Tapi Banyak yang Mencoba

Tren freelance meningkat, namun ketidakpastian masih jadi tantangan utama pekerja lepas.--

BACA JUGA:Freelance: Peluang Besar di Balik Risiko Besar

Padahal, dunia kerja lepas menuntut disiplin tinggi, kemampuan negosiasi, serta kesiapan menghadapi penolakan berulang. Tanpa itu, freelance bisa berubah dari peluang menjadi beban.

Lonjakan jumlah freelancer dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan satu hal: banyak orang tertarik, tetapi tidak semuanya siap.

Minimnya literasi tentang kontrak kerja, pajak, hingga perlindungan hukum membuat pekerja lepas rentan dieksploitasi.

Tanpa perencanaan, keberanian mencoba justru bisa berujung pada kelelahan berkepanjangan dan rasa gagal yang tidak perlu.

BACA JUGA:Ketika Skill Menentukan Nilai, Bukan Jabatan

Freelance tetap menawarkan peluang besar, terutama di era digital. Namun jalan ini menuntut kesiapan mental, finansial, dan keahlian yang tidak sederhana. Tidak semua orang harus menjadi freelancer, dan tidak semua yang mencoba akan bertahan.

Di tengah gelombang percobaan ini, satu hal menjadi penting untuk disadari: bekerja lepas bukan sekadar tren, melainkan pilihan hidup yang memiliki konsekuensi panjang. Mencoba boleh, tetapi memahami risikonya adalah keharusan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: