Freelance Berkembang Tanpa Perlindungan Negara
Pekerja lepas tumbuh sendiri saat kebijakan ketenagakerjaan tertinggal zaman.--
BACA JUGA:UMR Stagnan, Kreativitas Bergerak: Cerita di Balik Ledakan Freelancer
Di balik kebebasan dan fleksibilitas, freelance menyimpan kerentanan yang nyata. Pendapatan tidak menentu, beban kerja tanpa batas waktu, hingga posisi tawar yang lemah di hadapan klien menjadi risiko sehari-hari.
Tanpa kehadiran negara, pekerja lepas kerap harus menanggung sendiri seluruh risiko sosial dan ekonomi.
Ironisnya, kontribusi freelance terhadap ekonomi digital terus meningkat, namun pengakuan struktural belum sebanding.
Negara menikmati dampak ekonomi, tetapi belum sepenuhnya hadir untuk melindungi para pelakunya.
BACA JUGA:Ketika Stabilitas Kerja Mulai Retak, Freelance Muncul Sebagai Jawaban
Pertumbuhan freelance seharusnya menjadi alarm bagi pembuat kebijakan. Dunia kerja tidak lagi bisa dibaca dengan kacamata lama.
Negara perlu segera mengejar ketertinggalan melalui regulasi adaptif, skema jaminan sosial fleksibel, serta pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar digital.
Jika tidak, freelance akan terus tumbuh liar, tanpa perlindungan dan arah yang jelas. Bukan karena masyarakat tidak membutuhkan negara, melainkan karena negara belum siap mengikuti perubahan zaman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
