Ketika Like, Share, dan View Menjadi Mata Uang Baru

Ketika Like, Share, dan View Menjadi Mata Uang Baru

Di balik viralitas, ada risiko dan tekanan dalam ekonomi berbasis atensi.--

BACA JUGA:Ketika Konten Menjadi Karier dan Konsistensi Menjadi Kunci

Meski tampak menjanjikan, menjadikan like dan view sebagai mata uang utama menyimpan risiko besar.

Popularitas bersifat fluktuatif, cepat naik dan mudah jatuh. Apa yang viral hari ini bisa dilupakan esok hari.

Banyak kreator akhirnya terjebak dalam siklus produksi tanpa henti demi mempertahankan angka. Ketika interaksi menurun, rasa cemas muncul.

Ketergantungan pada validasi digital pun perlahan terbentuk, menjadikan algoritma sebagai penentu rasa percaya diri.

BACA JUGA:Dari FYP ke Invoice, Ketika Media Sosial Mengubah Cara Kita Bekerja

Di tengah arus ini, kesadaran baru mulai tumbuh. Sebagian kreator memilih membangun audiens yang lebih kecil namun loyal, mengutamakan makna dibanding sekadar angka. Mereka memahami bahwa like, share, dan view hanyalah alat, bukan tujuan akhir.

Pada akhirnya, mata uang digital paling berharga bukan sekadar interaksi, melainkan kepercayaan. Konten yang jujur, konsisten, dan relevan memiliki daya tahan lebih panjang dibanding konten viral sesaat.

Di era ketika atensi menjadi komoditas, pilihan untuk tetap autentik justru menjadi pembeda paling bernilai.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: