Freelance dan Stabilitas Penghasilan, Mitos atau Fakta?
Mitos freelance tak stabil mulai runtuh di era ekonomi digital--
BACA JUGA:Tantangan Finansial Freelancer yang Jarang Dibahas
Mereka tidak hanya mengandalkan proyek jangka pendek, tetapi juga kontrak retainer, klien tetap, atau pendapatan pasif dari produk digital dan jasa berulang.
Diversifikasi klien, peningkatan keahlian, serta penetapan tarif yang realistis menjadi kunci utama.
Selain itu, konsistensi dalam membangun portofolio dan reputasi membuat freelancer lebih mudah mendapatkan proyek berkelanjutan.
BACA JUGA:Prospek Freelance di Indonesia: Peluang Besar, Tantangan Nyata
Berbeda dengan sistem gaji bulanan, stabilitas dalam dunia freelance lebih mengarah pada keberlanjutan arus pemasukan, bukan angka yang selalu sama setiap bulan.
Ada periode ramai proyek dan ada masa lebih longgar, namun secara tahunan pendapatan bisa lebih tinggi dan fleksibel dibanding pekerja formal.
Banyak freelancer berpengalaman justru mampu mengatur ritme kerja dan pendapatan dengan lebih mandiri, menyesuaikan beban kerja dengan target finansial yang mereka tentukan sendiri.
Stabilitas penghasilan freelancer bukanlah mitos, tetapi juga bukan sesuatu yang otomatis terjadi.
BACA JUGA:KUR BRI 2025 Jadi Andalan UMKM Hadapi Ketidakpastian Ekonomi, Ini Rincian Angsuran dan Syaratnya
Ia adalah hasil dari perencanaan, disiplin, dan kemampuan membaca pasar. Freelance bisa sangat tidak stabil bagi mereka yang bekerja tanpa strategi, namun bisa menjadi sangat mapan bagi mereka yang mengelolanya secara profesional.
Di tengah pasar kerja yang semakin dinamis, freelance bukan lagi pilihan darurat, melainkan jalur karier yang sah dan menjanjikan bagi mereka yang siap menghadapi tantangannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




