Harga Mobil Listrik Anjlok, Pedagang Mobil Bekas Pilih Tahan Diri

Harga Mobil Listrik Anjlok, Pedagang Mobil Bekas Pilih Tahan Diri

Ilustrasi mobil listrik.//Foto: Freepik--

MEDIALAMPUNG.CO.ID  – Fenomena diskon besar-besaran pada mobil listrik baru memicu kekhawatiran di kalangan pedagang mobil bekas. 

Banyak dari mereka memilih menahan diri untuk tidak menjual kendaraan listrik karena depresiasi harga yang terlampau tajam dalam waktu singkat.

Penurunan harga jual mobil listrik, baik baru maupun bekas, kini menjadi tantangan tersendiri. 

Dalam beberapa bulan terakhir, nilai jual kembali mobil listrik dapat merosot hingga puluhan juta rupiah, menciptakan ketidakpastian yang tinggi di pasar sekunder.

BACA JUGA:Subaru Pertimbangkan Produksi Mobil Listrik Mini, Terinspirasi Tren Eropa

Sebagai contoh, Chery Indonesia pada Juli 2025 memangkas harga mobil listrik Chery E5 secara drastis, dari Rp 505 juta menjadi Rp 369 juta. 

Tidak hanya Chery, merek lain seperti BYD, Wuling, dan berbagai pabrikan asal Tiongkok juga menerapkan strategi diskon serupa untuk meningkatkan daya saing.

Strategi ini memang menguntungkan konsumen yang ingin membeli mobil baru, namun berdampak langsung pada nilai jual kembali mobil listrik yang sudah dimiliki, khususnya di pasar mobil bekas.

Menurut Henky Chan, seorang motovlogger yang cukup aktif mengulas dunia otomotif, situasi ini membuat banyak calon konsumen berpikir ulang. 

BACA JUGA:Wuling Air ev Ubah Pandangan Soal Mobil Listrik yang Efisien, Andal dan Siap untuk Bisnis

“Bahkan kalau sekarang ditawari mobil listrik saya masih ragu. Bisa jadi kita beli harga pasar hari ini, besok harga barunya turun drastis,” ujarnya dalam unggahan Instagram pribadinya, Sabtu (26 Juli 2025).

Bahkan saat ini ada sejumlah showroom mobil bekas kini memang masih menawarkan unit mobil listrik. Namun, sebagian besar pedagang lebih memilih pendekatan hati-hati. 

“Pedagang bukannya tidak mau beli atau jual mobil listrik, hanya saja mereka memilih untuk wait and see, menunggu harga lebih stabil,” tambah Henky.

Sebuah studi dari Australian Automotive Dealer Association (AADA) bahkan mengungkap bahwa mobil listrik bekas mengalami depresiasi harga dua kali lebih cepat dibandingkan dengan mobil bermesin bensin atau diesel. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: