Terima Berbagai Keluhan, Bunda Eva Temui Pedagang Pasar Smep

Terima Berbagai Keluhan, Bunda Eva Temui Pedagang Pasar Smep

Medialampung.co.id - Walikota Bandarlampung Eva Dwiana menemui para pedagang Pasar Smep. Dia menegaskan satu pedagang hanya boleh menempati satu kios.

"Kasihan dengan para pedagang yang belum mendapatkan kios," ujarnya di sela mendengarkan aspirasi para pedagang Pasar Smep yang baru selesai dibangun, Rabu (20/10).

Sebelum pindah dari pasar penampungan sementara di Jl. Batu Sangkar, samping Pasar Bambukuning, para pedagang mengeluhkan ketiadaan listrik dan banjir jika hujan.

"Bunda sebagai pemerintah sudah seperti orangtua, Pemkot harus menerima apa saja keluhan masyarakat, termasuk soal pengisian kios-kios di Pasar Smep," ujarnya.

Menurut Walikota, masyarakat ada yang tidak tahu begini dan begitu sehingga perlu diberikan pengertian dan pemahaman walau ada yang keras dalam penyampaiannya.

"Kita cari solusinya, bagaimana caranya supaya mereka mengerti dan paham," ujar Eva Dwiana. Ada pedagang yang menyampaikan ketiadaan penerangan dan air. 

"Kita kasih lampunya dan nanti juga ada lampu tembak," kata Walikota. Dia ingin jadikan Pasar Bambukuning jadi percontohan bagi pasar-pasar yang dikelola Dinas Perdagangan.

Pemkot, katanya, akan memberikan reward kepada pedagang yang bisa menjaga kebersihan dan keamanan. "Dinas Perdagangan akan beri penyemangat dalam bentuk reward," katanya.

Seorang pedagang, Sumini (50), mengucapkan terima kasih kepada Walikota Eva Dwiana yang sudah memberikan tempat kios buatnya dagang.

Sebelumnya, jelang pemindahan pedagang dari pasar penampungan ke Pasar Smep, permasalahan muncul, mulai dari tak dapat lapak hingga fasilitas yang belum ada.

Narti (46), pedagang yang sudah bayar uang muka (DP) Rp10 juta ke PT Artha Prabu Developer, 1 Juni 2013, gigit jadi tak dapat lapak. Dia bahkan tak diundang ketika undian lapak di Dinas Perdagangan pekan lalu, Sabtu (9/10).

Dia tak sendiri, ada 30 lebih pedagang senasib dengannya. Mereka menyetorkan DP dengan nilai yang berbeda-beda tergantung ukuran dan posisi lapak. Ada yang setor DP Rp2,5 juta.

Namun, ada pedagang yang malah dapat dua sampai lima lapak. 

Ketua Kerukunan Pedagang Pasar SMEP (KPPS) Kota Bandarlampung Hermawan menyesalkan munculnya permasalahan semacam ini. Seharusnya diverifikasi dulu, katanya.

Para pedagang penampungan sementara Jl. Batu Sangkar, samping Pasar Bambukuning, yang sudah terdata diberi waktu lima hari pindah ke Pasar Smep. Namun, mereka resah karena pasar tersebut tak ada listrik dan banjir.

Sebanyak 20 perwakilan pedagang Pasar Smep datang mempertanyakan hal tersebut atas ketiadaan listrik, air, dan drainase ke Dinas Perdagangan Kota Bandarlampung, Jl. Pasar Tamin, Jumat (15/10).

"Gimana kita mau berjualan kalau lampu saja belum nyala, airnya tidak mengalir, terus kalau hujan deras airnya tergenang sampai mata kaki, tidak nyamanlah untuk berjualan," ujar Asmiati (50).

Pedagang sayur yang sudah 30 tahun berdagang sebelum adanya perbaikan Pasar Smep masih berjualan di hamparan samping Bambukuning. "Pasar penampungan akan dikosongkan," katanya.

Kepala Dinas Perdagangan kota Bandarlampung Wilson Faisol langsung berkoordinasi dengan Dinas PU Kota Bandarlampung untuk melengkapinya, kata Wilson Faisol kepada

Menurut Wilson, air tidak mengalir karena pipanya dipotong orang yang tidak bertanggung jawab, termasuk tidak mengalirnya air jika hujan ke drainase 

"Siring sengaja ditutup oleh pengembang karena takut air dari siring belakang Pasar Smep naik ke atas pasar," katanya.

Bunda Eva juga sudah mengingatkan, katanya, agar tidak ada transaksi jual-beli kios di Pasar Smep,dan itu kita pertegas kepada pihak manapun.

Untuk saat ini, dia memprioritaskan 500 pedagang lama yang sudah terdata sejak 2015 yang berhak menempati kios-kios yang sudah ada di Pasar Smep.

"Perintah pimpinan ya harus kita laksanakan untuk pembagiannya kita utamakan dulu yang sudah terdata," katanya.

Tahun 2019, ada 70 pedagang yang terdata dan itu belum prioritas, namun pimpinan juga memahami dan akan ditampung dalam waktu dekat. 

Dikatakannya juga, Pasar Smep nantinya dibuat nyaman bagi pembeli dan pedagang untuk pintu masuk serta parkir. "Kita tata agar lebih tertib dan lancar," tandas Wilson. (jim/mlo) 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: