Razia Rutin, Satpol PP Bandarlampung Jaring 6 Orang

Razia Rutin, Satpol PP Bandarlampung Jaring 6 Orang

Medialampung.co.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Bandarlampung melakukan razia rutin dan menjaring 6 orang yang terdiri dari satu manusia silver, satu pengamen, dan empat orang gepeng (Gelandangan Pengemis), Sabtu (2/4).

hal itu dikatakan Plt kasat Pol PP kota Bandarlampung, Anthony, pihaknya mengamankan sejumlah anjal dan gepeng di beberapa titik. 

"Tempat pertama kita lakukan razia di seputaran Mall Bumi Kedaton dan selanjutnya tim bergerak menuju Wayhalim. Di traffic light Way Halim petugas menjaring seorang badut," paparnya.

Lanjutnya, Anthony menambahkan, mereka yang terjaring razia di giring ke Kantor Satpol PP Kota Bandarlampung dan dilakukan pembinaan.

"Kita data terlebih dahulu dan mereka kita berikan sanksi untuk membuat surat pernyataan, bilamana mereka  terjaring kembali maka akan kita kirim ke Dinas Sosial," tegasnya

Sementara itu, terkait manusia gerobak yang biasanya marak terjadi saat bulan suci ramadhan, Anthony menegaskan pihaknya akan melakukan penertiban secara bertahap.

"Kita akan sweeping terlebih dahulu, di titik mana saja biasanya manusia gerobak itu mangkal. Dan akan langsung kita lakukan penertiban, agar tidak ada komplain dari masyarakat," tegas dia.

Dalam kesempatan ini, ia juga menghimbau kepada manusia gerobak untuk tetap menjaga ketertiban umum dengan tidak mangkal di pinggir jalan protokol.

"Fenomena manusia gerobak itu sudah lama berjalan, dan mereka mangkal di beberapa tempat khususnya di jalan protokol, jadi kita himbau kepada mereka bahwa mereka tidak boleh berada di jalan protokol karena akan menghambat kelancaran arus lalu lintas," terang dia 

Salah seorang Manusia Silver, yang di temui di lokasi, Suryadi mengaku dirinya tertangkap di pinggir jalanan Bypass.

"Kalau saya gak setor, tapi biasanya kalau yang lain setor uang ke seseorang sebagai pengganti uang beli bahan atau cat," katanya

Dia mengatakan, dalam sehari biasanya dalam sehari dirinya mendapat uang sejumlah Rp 100 ribu.

"Kalau dulu rame, sekarang sepi. Pendapatan sehari saya Rp 100 ribu perhari. Dengan terjaring razia ini, tentunya saya menjadi kapok dan akan mencari pekerjaan lain saja," pungkasnya (jim/mlo)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: