Idul Fitri
Idul Fitri
IDUL FITRI

DPRD Bandarlampung Dorong Pemkot Cari Solusi Kelangkaan Migor

DPRD Bandarlampung Dorong Pemkot Cari Solusi Kelangkaan Migor

Medialampung.co.id - Di tengah pandemi dan sulitnya ekonomi masyarakat, ditambah pula adanya kelangkaan minyak goreng (Migor) yang terjadi saat ini, menggugah prihatin anggota Fraksi PAN DPRD Bandarlampung. 

Dan kelangkaan minyak goreng ini juga tidak menutup kemungkinan adanya dugaan penimbunan stok minyak di produsen dan pelaku usaha. 

Dengan demikian, Ketua komisi II DPRD Bandarlampung Drs. Abdul Salim. MM., mengharapkan Pemerintahan Kota Bandarlampung melalui Dinas terkait segera mencari solusi dengan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) seluruh perusahaan distributor minyak goreng. 

"Masalah ini harus segera disikapi, karena yang kena imbasnya langsung adalah masyarakat kecil, dimana harga minyak goreng melambung tinggi melebihi harga eceran tetap (HET). Karena itu, kami imbau kepada Dinas Ketahanan Pangan yang membidangi 9 bahan pokok dan Dinas lainnya untuk segera mencari solusi secepatnya," ujar Ketua komisi II DPRD Bandarlampung, Abdul Salim, Rabu (23/2). 

Nah, untuk dapat mengatasi masalah kelangkaan minyak goreng tersebut, sambung anggota Fraksi PAN ini, diharapkan dalam mengadakan operasinya pasar, dilakukan v secara menyeluruh. 

"Kami minta pemkot sidak ke seluruh perusahaan distributor minyak goreng, yang menurut perkiraan saya kelangkaan minyak goreng ini diduga akibat ulah oknum-oknum spekulan sehingga menimbun stok minyak goreng langka, jelas tindakan penimbunan ini demi mencari keuntungan pribadi, dan membuat sengsara rakyat, ini yang harus ditindak tegas," tegasnya. 

Kader Partai Amanat Nasional (PAN) ini sangat prihatin dengan kondisi kelangkaan minyak goreng di Kota Bandarlampung, sebagaimana diketahui selama 1 bulan ini kondisi salah satu bahan pangan pokok yang dibutuhkan masyarakat yaitu minyak goreng mengalami kelangkaan di pasaran, sehingga menyebabkan, tingginya harga minyak goreng, di tingkat pengecer mencapai Rp25.000/liter.

"Saat ini kondisi ekonomi masyarakat yang lagi sangat sulit dan sangat memprihatinkan akibat pengaruh pandami Covid-19 ditambah ada varian baru Covid-19 Umicron. Dengan banyaknya antrian minyak goreng, jelas menimbulkan kerumunan, sehingga dikhawatirkan menimbulkan cluster baru," kata dia lagi. 

Melihat kondisi demikian, mayoritas ibu-ibu rumah tangga, termasuk juga pedagang-pedagang makanan, seperti rumah makan, maupun pedagang makanan kecil semua menjerit merasa kesulitan. 

"Bahkan pedagang makanan, banyak yang tutup disebabkan kelangkaan minyak goreng tersebut, makanya kami DPRD sebagai penyambung lidah masyarakat untuk menyampaikan keluhan mereka Perintah Bandarlampung, mencari solusi bagaimana mengatasi masalah tersebut," ucapnya.(jim/mlo)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: