FPTI Bandar Lampung Tampilkan 33 Atlet Terbaik di Porkot 2025, Regenerasi Menuju Ajang Nasional Dimatangkan
FPTI Bandar Lampung Tampilkan 33 Atlet Terbaik di Porkot 2025, Regenerasi Menuju Ajang Nasional Dimatangkan--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bandar Lampung menurunkan 33 atlet pada ajang Pekan Olahraga Kota (Porkot) Bandar Lampung 2025.
Kejuaraan ini menjadi wadah pembuktian kemampuan atlet sekaligus ajang pembinaan berkelanjutan bagi cabang olahraga panjat tebing.
Pertandingan digelar di Wall Panjat Tebing PKOR Way Halim dan diikuti atlet dari berbagai kelompok usia. Ketua Pengkot FPTI Kota Bandar Lampung, Aep Saripudin, menyampaikan bahwa Porkot memiliki peran penting dalam menyiapkan atlet menghadapi agenda olahraga tingkat provinsi hingga nasional.
“Kejuaraan ini menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang. Kami mempersiapkan atlet sejak sekarang untuk menghadapi Porprov 2026, Pra-PON 2027, hingga PON 2028,” ujar Aep 28 Desember 2025.
BACA JUGA:Harga Bahan Pokok di Bandar Lampung Jelang Tahun Baru Masih Stabil, Cabai Hijau Alami Kenaikan
Ia menjelaskan, Porkot juga membuka peluang bagi atlet-atlet baru untuk mulai berkompetisi dan merasakan atmosfer pertandingan resmi. Hal ini dinilai penting dalam membangun mental dan kualitas atlet sejak dini.
Adapun nomor yang dipertandingkan meliputi lead umum putra dan putri, kategori U-20 putra dan putri, serta fun climbing spider kids. Menariknya, sejumlah atlet usia dini turut ambil bagian, bahkan ada peserta berusia lima tahun yang tampil penuh percaya diri di arena.
“Antusiasme atlet cilik sangat luar biasa. Ini menjadi potensi besar yang akan kami bina secara berkelanjutan,” tambah Aep.
Menurutnya, kejuaraan ini juga menjadi semangat baru bagi FPTI Kota Bandar Lampung untuk terus mengembangkan prestasi dan memperluas minat masyarakat terhadap olahraga panjat tebing.
BACA JUGA:Sepanjang 2025, Kota Bandar Lampung Dilanda Ratusan Insiden Kebakaran
“Kami ingin panjat tebing semakin dikenal dan diminati, sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi melalui pembinaan yang terarah,” katanya.
Sementara itu, Ketua FPTI Pengprov Lampung melalui Bidang Prestasi, Ibnu Ramadan, mengajak masyarakat untuk tidak ragu mencoba olahraga panjat tebing. Ia menepis anggapan bahwa panjat tebing merupakan olahraga yang berbahaya.
“Banyak yang menganggap panjat tebing itu ekstrem. Padahal, dengan penerapan SOP yang benar dan peralatan standar, olahraga ini aman dan sangat menyenangkan,” jelas Ibnu.
Ia menegaskan bahwa seluruh perlengkapan panjat telah memenuhi standar internasional UIAA, serta didukung sumber daya manusia yang kompeten dan bersertifikat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




