Mirza menegaskan kemajuan ekonomi daerah tidak semata-mata bergantung pada investasi dari luar. Pertumbuhan pengusaha lokal juga menjadi faktor penting dalam membangun kekuatan ekonomi daerah.
BACA JUGA:Pelanggan KAI Divre IV Tanjung karang Tembus 16.106 Selama Libur Maulid Nabi
“Kemajuan daerah bukan hanya ditentukan oleh investasi yang masuk, tetapi oleh banyaknya pengusaha lokal yang tumbuh, berkembang, dan mampu menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” ujarnya.
Selain hilirisasi, Mirza turut menyoroti pentingnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Ia meminta Bank Lampung menyiapkan skema pembiayaan yang dapat memberikan dukungan bunga hingga 0 persen bagi pelaku usaha, terutama anggota IWAPI yang mengembangkan bisnis di sektor hilirisasi pangan.
Menurutnya, dukungan permodalan dapat membantu pengusaha meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, sekaligus mengembangkan industri pengolahan berbasis komoditas lokal.
BACA JUGA:Ardito Wijaya Divonis 5 Tahun Penjara, Hak Politik Dicabut
Gubernur berharap IWAPI tidak hanya menjadi wadah bagi pengusaha perempuan, tetapi juga menjadi ruang untuk berkolaborasi, meningkatkan kapasitas, menciptakan inovasi, dan mengambil peran lebih besar dalam perekonomian Lampung.
“IWAPI hari ini terus tumbuh semangat maju dan menjadi ruang untuk wanita-wanita terutama di Provinsi Lampung untuk berkumpul, berserikat, berkolaborasi, bersinergi, bergerak, berkarya, berusaha, dan yang paling penting mengambil peran dalam menggerakkan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP IWAPI Dyah Anita Prihapsari mengatakan organisasinya terus mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui peningkatan kapasitas usaha dan perluasan jejaring.
Memasuki usia 50 tahun, IWAPI kini memiliki lebih dari 40.000 anggota pengusaha perempuan yang tersebar di 38 provinsi dan 249 kabupaten/kota. IWAPI juga telah memiliki perwakilan di Malaysia serta berencana memperluas jaringan ke sejumlah negara lainnya.
BACA JUGA:Ratusan Massa Desak Kejati Lampung Usut Dugaan TPPU SPAM Pesawaran
Dyah mengatakan perkembangan dunia usaha membuat kemampuan beradaptasi terhadap teknologi digital menjadi semakin penting bagi pelaku UMKM perempuan.
Karena itu, IWAPI terus mendorong digitalisasi UMKM melalui berbagai program peningkatan kapasitas. Langkah tersebut diarahkan agar pelaku usaha perempuan semakin mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnis dan memperluas pasar.
“Visi kami adalah untuk menaikkan kelas perempuan agar perempuan bisa mandiri secara ekonomi,” ujar Dyah.
Sinergi antara IWAPI, pemerintah daerah, dunia usaha, dan mitra strategis diharapkan dapat terus diperkuat. Dengan dukungan tersebut, semakin banyak perempuan Lampung diharapkan mampu mengembangkan usaha, menciptakan lapangan kerja, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.