MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat upaya percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC) sebagai bagian dari dukungan terhadap target eliminasi TBC nasional pada tahun 2030.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Lampung Timur yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, secara virtual dari ruang kerjanya, Kamis 18 Juni 2026.
Rapat yang diikuti jajaran TP2TB Kabupaten Lampung Timur itu bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor guna mempercepat upaya eliminasi TBC di wilayah tersebut.
Dalam arahannya, Jihan menegaskan bahwa penanggulangan TBC tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan.
BACA JUGA:Empat Bulan, Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba Senilai Rp235 Miliar
Menurutnya, keberhasilan eliminasi TBC membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, organisasi masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga kader kesehatan di tingkat desa.
"Upaya penanggulangan TBC merupakan bagian dari fokus Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai eliminasi TBC pada tahun 2030. Karena itu, penanganannya tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan, tetapi harus menjadi gerakan bersama lintas sektor," ujar Jihan.
Pada kesempatan tersebut, Jihan mengungkapkan sejumlah indikator program TBC di Kabupaten Lampung Timur yang masih membutuhkan percepatan. Dari estimasi 3.226 kasus TBC sepanjang tahun 2026, jumlah kasus baru yang berhasil ditemukan dan dilaporkan hingga saat ini baru mencapai 418 kasus atau sekitar 13 persen.
Angka tersebut masih jauh di bawah target semester pertama yang ditetapkan sebesar 41,25 persen.
BACA JUGA:BK DPRD Bandar Lampung Tegur Indera Feriza Usai Tertidur di Sidang Paripurna
Selain itu, capaian investigasi kontak dan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) juga dinilai belum optimal.
Dari target 3.058 kontak serumah yang seharusnya mendapatkan terapi pencegahan, baru 26 orang atau sekitar satu persen yang telah menerima layanan tersebut.
Wakil Gubernur juga menyoroti belum optimalnya integrasi data antara program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Di sisi lain, Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC Kabupaten Lampung Timur hingga kini masih dalam tahap pembahasan dan belum ditetapkan.
"Kepala Dinas Kesehatan harus segera mengidentifikasi kendala di lapangan, terutama terkait integrasi data. Jangan sampai ada bottleneck yang menghambat penemuan kasus dan penanganan pasien," tegasnya.
BACA JUGA:KAI Permudah Sewa dan Kerja Sama Aset Melalui Platform Space by KAI