Program 3 Juta Rumah Dorong Percepatan Hunian Layak di Lampung

Jumat 08-05-2026,13:12 WIB
Reporter : Dedi Andrian
Editor : Budi Setiawan

“Pertumbuhan ekonomi Lampung pada Triwulan I 2026 merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Ini menunjukkan kinerja pembangunan yang sangat baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan pertumbuhan tersebut didorong sektor pertanian yang tumbuh hingga 12 persen, disusul industri kertas sebesar 9,88 persen dan industri furnitur sebesar 8,43 persen. 

Konsumsi rumah tangga masyarakat Lampung juga tetap terjaga dengan pertumbuhan mencapai 5,54 persen.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Lampung pada 2025 mencapai sekitar 9,53 juta jiwa dan didominasi usia produktif. Sebanyak 68,13 persen penduduk berada pada usia produktif sehingga Lampung masih berada dalam fase bonus demografi.

BACA JUGA:Koperasi IJP Perkuat Kolaborasi Pengembangan Pupuk Cair Magot di Lampung Timur

Namun demikian, masih terdapat sekitar 146.500 rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri dan sekitar 647 ribu rumah tangga menempati rumah tidak layak huni.

“Program pembangunan dan renovasi rumah ini sangat penting untuk membantu mengurangi backlog perumahan di Lampung,” jelas Amalia.

Pada kesempatan yang sama, Vice President BTN Mihardina Jati menyampaikan bahwa BTN telah menyalurkan pembiayaan perumahan melalui program KPR sebesar Rp5,4 triliun dari sisi suplai maupun permintaan.

Khusus wilayah Lampung dan sekitarnya, tercatat terdapat 2.042 peminatan calon debitur dengan total nilai mencapai Rp268,86 miliar. 

BACA JUGA:Menteri PKP dan Gubernur Lampung Tanam Sejuta Pohon di Taman Kehati Kotabaru

Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI Muchlis Basri mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Lampung melalui peningkatan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang meningkat hampir lima kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Ia berharap dukungan pembangunan rumah bagi masyarakat pesisir dan pedesaan terus diperkuat agar semakin banyak warga dapat menikmati hunian yang layak.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan sektor swasta dalam mendukung percepatan pembangunan perumahan sekaligus pemberdayaan ekonomi rakyat di Provinsi Lampung. 

Kategori :