Setiap unit POC mampu melayani hingga 400 hektare lahan dan diberikan secara gratis kepada petani.
Tak hanya itu, pemerintah juga menargetkan distribusi 500 unit alat pengering (dryer) hasil pertanian hingga 2028 guna meningkatkan kualitas dan nilai jual komoditas seperti padi dan jagung.
BACA JUGA:3.330 Ton Tapioka Lampung Tembus Pasar Tiongkok, Sinyal Kuat Hilirisasi
Dengan dukungan fasilitas tersebut, desa diharapkan mampu mengembangkan industri turunan, seperti pakan ternak berbasis jagung dan singkong, sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang lebih mandiri.
Gubernur juga menekankan pentingnya peran kepala desa sebagai ujung tombak pemerintahan dalam mengelola potensi lokal dan memastikan kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia meminta APDESI Merah Putih menjadi organisasi yang mampu menjadi contoh dalam inovasi dan pelayanan publik di tingkat desa.
Ketua Umum DPP APDESI Merah Putih, Anwar Sadat, menyatakan organisasinya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal program pembangunan desa agar berjalan selaras hingga ke tingkat bawah.
BACA JUGA:Pemprov Lampung Gandeng SCCR dan APU Siapkan SDM Bioteknologi Unggul
Sementara itu, Ketua DPD APDESI Merah Putih Provinsi Lampung, Lekat Dullah Adiputra, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program pemerintah serta menjaga sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Ia juga memastikan konsolidasi organisasi akan dilakukan hingga tingkat kabupaten agar seluruh kebijakan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Melalui berbagai kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung berharap desa tidak lagi menjadi objek pembangunan, melainkan subjek utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dengan peningkatan nilai tambah sektor pertanian serta dukungan infrastruktur dan kelembagaan desa yang lebih kuat.