DPRD Kritik Keras Disdik Bandar Lampung Soal Data Infrastruktur Sekolah

Jumat 10-04-2026,16:53 WIB
Reporter : Krisna Jeri
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung yang dinilai belum memiliki basis data menyeluruh terkait kondisi infrastruktur sekolah negeri.

Sorotan tersebut mencuat dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah daerah.

Asroni menilai, lemahnya perencanaan sektor pendidikan terlihat dari tidak adanya peta kerusakan fasilitas sekolah yang seharusnya menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan dan anggaran.

“Data infrastruktur sekolah saja kita belum dapat. Padahal ini hal paling mendasar. Saya baca di LKPJ yang dibahas pansus juga tidak ada,” tegas Asroni, Rabu 08 April 2026.

BACA JUGA:Jalan Tambal Sulam Cepat Rusak, DPRD Bandar Lampung Beri Peringatan Keras Dinas PU

Menurutnya, Dinas Pendidikan semestinya telah memiliki pemetaan detail mengenai kondisi gedung sekolah, tingkat kerusakan ruang kelas, fasilitas sanitasi, hingga sarana pendukung pembelajaran.

Tanpa data tersebut, arah pembangunan pendidikan dikhawatirkan berjalan tanpa kompas.

“Kita ingin ada peta yang jelas. Gedung mana yang rusak, mana yang harus diprioritaskan. Jangan sampai anggaran disusun tanpa dasar yang kuat,” ujarnya.

Kritik tersebut diperkuat dengan temuan lapangan yang diakui Asroni saat melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah dasar negeri di wilayah pinggiran Kota Bandar Lampung. Ia menyebut masih banyak fasilitas belajar yang jauh dari standar kelayakan.

BACA JUGA:Bubur Kampiun: Perpaduan Rasa Manis Legendaris dari Ranah Minang

Asroni mengungkap, sebagian siswa masih menggunakan kursi belajar lama yang kondisinya rusak dan tidak layak pakai. Bahkan, beberapa di antaranya merupakan bantuan sejak era 1990-an yang hingga kini belum pernah diganti.

“Saya temukan kursi bantuan tahun 90-an masih dipakai sampai sekarang. Kondisinya rusak, tambal-tambalan, bahkan hampir hancur,” ungkapnya.

Kondisi ini dinilai ironis mengingat Bandar Lampung merupakan ibu kota provinsi. Di sejumlah wilayah seperti Sukarame dan Kemiling, fasilitas belajar siswa disebut masih memprihatinkan dan jauh dari standar pendidikan yang layak.

“Ini ibu kota provinsi, tapi siswa masih duduk di kursi rombeng. Kalau sekadar coretan mungkin biasa, tapi ini sudah tidak layak sama sekali,” kritik Asroni Paslah.

BACA JUGA:Kapolres Lampung Utara Tegaskan Batas Orgen Tunggal hingga Pukul 17.00 WIB

Kategori :