LAMPURA, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi telah mencapai 95 persen. Progres ini mencakup berbagai aspek teknis hingga kesiapan calon jemaah yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), H. Feryza Agung, S.Sos.I., M.M, menyampaikan bahwa total calon jemaah haji asal Lampung Utara tahun ini berjumlah 401 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 400 jemaah reguler dan satu orang Petugas Haji Daerah (PHD) yang akan bertugas membantu pelayanan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.
“Total jemaah kita sebanyak 401 orang, termasuk satu orang Petugas Haji Daerah (PHD),” ujarnya saat diwawancarai, Rabu 1 April 2026.
Dari sisi usia, profil jemaah cukup beragam. Jemaah tertua tercatat berusia 88 tahun yang berasal dari Kecamatan Kotabumi Selatan, sedangkan jemaah termuda berusia 16 tahun dari Kecamatan Mulang Mayang. Variasi usia ini menjadi perhatian khusus dalam persiapan, terutama terkait kondisi kesehatan dan kesiapan fisik selama menjalankan rangkaian ibadah.
Di tengah dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, pemerintah memastikan pelaksanaan ibadah haji tetap berjalan sesuai rencana. Hal ini merujuk pada pernyataan otoritas terkait yang menegaskan bahwa penyelenggaraan haji tidak mengalami gangguan signifikan.
“Kementerian telah menyampaikan bahwa haji tetap berjalan seperti biasa. Persiapan kita juga sudah mencapai 95 persen,” jelas Feryza.
Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipatif guna menghadapi kemungkinan terburuk. Bersama Komisi VIII DPR RI, sejumlah opsi telah dirumuskan untuk menjaga keselamatan jemaah jika situasi keamanan memburuk.
Salah satu opsi yang disiapkan adalah perubahan rute penerbangan dengan pengalihan jalur melalui Samudra Hindia atau Afrika Timur. Langkah ini dipertimbangkan untuk menghindari wilayah yang berpotensi terdampak konflik.
“Jika situasi konflik meningkat, pemerintah juga mempertimbangkan opsi pembatalan keberangkatan jemaah demi keselamatan,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga terus memantau kebijakan dari pemerintah Arab Saudi terkait kemungkinan perubahan pelaksanaan haji secara global. Opsi pembatalan seperti yang pernah terjadi pada tahun 2021 akibat pandemi Covid-19 tetap menjadi salah satu pertimbangan jika kondisi darurat terjadi.
“Keputusan akhir tetap mempertimbangkan laporan dari petugas di lapangan, termasuk informasi intelijen terkait kondisi keamanan di sana,” katanya.
Di sisi lain, persiapan teknis terus dimatangkan. Salah satunya adalah pengambilan tas bagasi jemaah yang mulai dilakukan sebagai bagian dari kelengkapan keberangkatan. Hal ini menunjukkan bahwa tahapan operasional telah berjalan sesuai jadwal yang direncanakan.
Feryza juga mengimbau seluruh calon jemaah haji, khususnya dari Lampung Utara, untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan. Ia menekankan pentingnya kesiapan fisik karena ibadah haji merupakan aktivitas yang membutuhkan stamina tinggi.
“Haji itu 80 persen adalah ibadah fisik yang cukup menguras energi, terlebih dengan kondisi cuaca panas di Arab Saudi,” ujarnya.
Ia menyarankan agar jemaah rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi dan bervitamin, serta membiasakan diri berjalan kaki sebagai bentuk latihan fisik. Selain itu, pengelolaan stres juga menjadi hal penting, disertai dengan peningkatan ibadah serta pemahaman materi manasik haji.