Desa Pajambon Bersinar Lewat Program Desa BRILiaN, Transformasi Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Program Desa BRILiaN bawa Desa Pajambon masuk 15 besar nasional--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Transformasi ekonomi desa berbasis potensi lokal kian menunjukkan daya hidupnya yang konkret. Di tengah lanskap hijau Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Desa Pajambon menjelma sebagai representasi keberhasilan pembangunan ekonomi kerakyatan yang terstruktur, produktif, dan berkelanjutan melalui Program Desa BRILiaN yang diinisiasi Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Hamparan kebun sayur yang subur, deretan pohon jambu merah, hingga aroma kopi dari lereng perbukitan menjadi denyut utama aktivitas ekonomi masyarakat. Potensi lokal tersebut tidak sekadar dikelola secara tradisional, melainkan dikembangkan secara terintegrasi melalui pendekatan klaster ekonomi desa. Strategi ini memungkinkan setiap sektor tumbuh selaras, saling menopang, serta menciptakan nilai tambah yang lebih luas bagi warga.
Kepala desa setempat, Nani Arinngsih, menegaskan bahwa penguatan klaster menjadi fondasi penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi desa. “Dengan adanya klaster-klaster ini, pemerintah desa memberikan dukungan agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya, menandai komitmen desa dalam membangun sistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.
Seiring waktu, langkah strategis tersebut membuahkan hasil yang impresif. Dari ribuan desa di Indonesia yang mengikuti Program Desa BRILiaN, Desa Pajambon berhasil menembus 40 besar hingga melaju ke 15 besar nasional. Pencapaian ini bukan sekadar prestasi simbolik, melainkan cerminan dari pengelolaan potensi desa yang efektif dan berkelanjutan.
Daya dorong ekonomi desa tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian. Pengembangan destinasi wisata seperti Curug Lembah Cilengkrang dan Agrowisata Pakuon turut membuka ruang pertumbuhan baru. Sejak dirintis pada 2022, sektor pariwisata berbasis alam ini menjadi magnet ekonomi alternatif yang mampu menggerakkan sektor UMKM, jasa, hingga ekonomi kreatif masyarakat.
Kelembagaan ekonomi desa diperkuat melalui peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mengelola berbagai unit usaha secara terintegrasi. Mulai dari BUMDes Mart, pengelolaan agrowisata, hingga program ketahanan pangan berbasis pertanian dan peternakan, semuanya dirancang untuk menciptakan siklus ekonomi desa yang mandiri. Kehadiran layanan keuangan seperti BRILink Agen juga memperluas akses transaksi dan inklusi keuangan masyarakat desa.
Komoditas unggulan seperti jambu merah yang telah dikembangkan sejak 2008 menjadi tulang punggung ekonomi desa. Produk ini tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi produk turunan bernilai tambah. Langkah ini memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan ekonomi modern.
Selain itu, klaster peternakan domba menghadirkan alternatif sumber pendapatan yang fleksibel bagi masyarakat. Di sisi lain, pengembangan kopi lokal—mulai dari Arabika, Robusta, hingga Tuberika—memperkuat diversifikasi ekonomi desa. Dukungan alat produksi dan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) turut mempercepat peningkatan kualitas dan produktivitas.
Pada kesempatan terpisah, Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa Program Desa BRILiaN dirancang untuk memperkuat fondasi ekonomi desa secara menyeluruh. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di Indonesia, menunjukkan komitmen berkelanjutan BRI dalam mendorong kemandirian ekonomi desa.
“Desa Pajambon menjadi contoh bagaimana potensi lokal dapat dioptimalkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ungkapnya. Pendekatan ini tidak hanya menghadirkan pembiayaan, tetapi juga pendampingan serta penguatan ekosistem usaha yang terintegrasi.
Transformasi yang terjadi di Desa Pajambon memperlihatkan bahwa desa bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan subjek utama pertumbuhan ekonomi. Ketika potensi lokal dikelola dengan visi, kolaborasi, dan inovasi, desa mampu menjadi episentrum ekonomi baru yang tidak hanya mandiri, tetapi juga berdaya saing tinggi di tingkat nasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
