MEDIALAMPUNG.CO.ID – Kembang goyang merupakan salah satu camilan tradisional khas masyarakat Betawi yang hingga kini masih populer. Kue ini dikenal karena bentuknya menyerupai bunga serta teknik pembuatannya yang unik, yaitu dengan cara menggoyang cetakan di dalam minyak panas.
Berasal dari wilayah Jakarta, kembang goyang kerap hadir dalam berbagai acara penting. Mulai dari hajatan, pernikahan, hingga perayaan hari besar seperti Idul Fitri.
Asal Usul dan Makna Budaya
Dalam tradisi Betawi, kembang goyang bukan sekadar camilan. Kue ini memiliki makna simbolis yang erat dengan nilai kebersamaan dan keramahan.
Bentuknya yang menyerupai bunga melambangkan keindahan serta kehangatan tuan rumah dalam menyambut tamu. Tak heran jika kue ini hampir selalu tersedia saat momen berkumpul keluarga.
Ciri Khas yang Mudah Dikenali
Kembang goyang memiliki tampilan yang unik dan berbeda dari kue tradisional lainnya. Bentuk bunga yang simetris menjadi daya tarik utama.
Selain itu, teksturnya renyah dan ringan saat digigit. Rasanya manis gurih, berasal dari perpaduan santan dan gula, dengan aroma khas yang terkadang diperkaya wijen.
Warna kue umumnya kuning keemasan, meski kini hadir dalam berbagai variasi warna yang lebih modern.
Bahan Sederhana, Rasa Istimewa
Untuk membuat kembang goyang, bahan yang digunakan cukup sederhana. Di antaranya tepung beras, santan, gula pasir, telur, dan garam.
Beberapa resep juga menambahkan wijen sebagai pelengkap rasa dan aroma. Semua bahan tersebut diolah menjadi adonan cair yang siap dicetak.