Ke depan, harapan Na’am sederhana namun sarat makna. Ia ingin usahanya terus berkembang dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bakauheni. Ia percaya bahwa konsistensi pelayanan dan kepercayaan pelanggan akan menjadi fondasi utama untuk menjaga keberlanjutan usaha.
“Kami berharap usaha ini bisa terus berjalan dengan baik dan semua kebutuhan transaksi masyarakat di Bakauheni selalu bisa kami layani,” ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa jaringan BRILink Agen seperti yang dijalankan Na’am merupakan bagian penting dari strategi perluasan layanan keuangan. Kehadiran agen tidak hanya mendekatkan layanan perbankan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi berbasis komunitas.
“BRILink Agen merupakan ujung tombak inklusi keuangan BRI. Melalui peran mereka, layanan perbankan semakin dekat dengan masyarakat dan mampu mendorong kemandirian ekonomi melalui skema sharing economy,” ujarnya.
Data terbaru menunjukkan bahwa hingga Februari 2026, jumlah BRILink Agen telah menembus lebih dari 1,2 juta agen, tumbuh 8,32% secara tahunan. Jaringan tersebut tersebar di lebih dari 66 ribu desa dan menjangkau lebih dari 80 persen wilayah Indonesia. Sepanjang periode tersebut, volume transaksi mencapai Rp279 triliun dengan lebih dari 170 juta transaksi.
Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari denyut ekonomi yang bergerak di tingkat akar rumput. Di baliknya, ada kisah seperti Na’am—tentang keberanian memulai dari keterbatasan, ketekunan menghadapi tantangan, dan komitmen menghadirkan manfaat bagi sesama.