Hutan Lestari Pertamina: Dari Bali hingga Lampung, Alam Pulih dan Ekonomi Bangkit

Senin 23-03-2026,08:19 WIB
Reporter : Dedi Andrian
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Suara lonceng memecah keheningan lereng Gunung Agung, Bali, menjadi penanda lahirnya harapan baru. 

Di Pura Kancing Gumi, doa-doa dipanjatkan dari ketinggian sekitar 250 meter di atas permukaan laut, memohon keselamatan bagi alam semesta.

Namun, bagi masyarakat di kawasan Hutan Mahawana Basuki Besakih, doa saja tidak cukup. 

Mereka meyakini bahwa harmoni alam harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

BACA JUGA:Autopsi Belum Rampung, Misteri Kematian Peratin Pagar Dalam Masih Menggantung

Berangkat dari filosofi Tri Hita Karana—keseimbangan hubungan antara manusia, Tuhan, dan alam—Pertamina menghadirkan program Hutan Lestari. 

Program ini menjadi upaya pemulihan pasca-erupsi Gunung Agung tahun 2017, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.

Tokoh lokal, I Nyoman Artana, menegaskan pentingnya menjaga kawasan Besakih sebagai Huluning Bali Rajya atau hulu Pulau Dewata. 

Menurutnya, kelestarian lingkungan harus dimulai dari wilayah hulu untuk mencegah dampak bencana dan perubahan iklim.

BACA JUGA:Polri Ajak Pemudik Manfaatkan WFA untuk Antisipasi Arus Balik Lebaran

Upaya tersebut membuahkan hasil. Kelompok binaannya kini mampu memproduksi 100 hingga 150 kilogram madu per tahun. 

Madu kelanceng yang dihasilkan bahkan memiliki nilai jual tinggi, mencapai Rp500 ribu per liter. 

Di sisi lain, sektor wisata alam turut berkembang pesat dengan pendapatan kelompok mencapai Rp120 juta per bulan dan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

Semangat menjaga hutan juga tumbuh di Lampung. Di kawasan Ulubelu, Wastoyo menjadi contoh perubahan nyata. 

BACA JUGA:Freelance Bukan Kerja Sambilan, Ini Buktinya

Kategori :