Bocah yang Tenggelam di Cekdam Way Laay Ditemukan Meninggal Dunia
Tim BPBD berhasil menemukan korban tenggelam di Sungai Way Laay setelah pencarian intensif-Foto dok.-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Suasana sore di aliran Sungai Way Laay, Pekon Laay, Kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat, mendadak berubah menjadi duka, Senin (23/3/2026). Seorang bocah laki-laki bernama Ahmad, siswa kelas 3 sekolah dasar, dilaporkan tenggelam saat mandi di area cekdam bersama teman-temannya.
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui sekitar pukul 16.30 WIB setelah laporan masuk ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Pesisir Barat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu tengah bermain air di sekitar cekdam Sungai Way Laay sebelum akhirnya terseret arus.
Diduga, derasnya aliran air serta pusaran yang terbentuk di sekitar cekdam menjadi faktor utama yang menyebabkan korban kehilangan kendali hingga tenggelam. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya melakukan pencarian secara manual, namun kuatnya arus sungai menyulitkan proses penyelamatan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Pesisir Barat segera menginstruksikan jajaran, khususnya Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, untuk memimpin operasi pencarian. Tim Satuan Tugas BPBD langsung diterjunkan ke lokasi, termasuk personel penyelam yang turut dibantu masyarakat setempat.
Proses pencarian dilakukan secara intensif dengan menyisir area cekdam hingga ke aliran sungai bagian hilir. Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 18.18 WIB. Namun, saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Ahmad, warga Dusun Atar Kelawi, Pekon Negeri Ratu Tenumbang, Kecamatan Pesisir Selatan. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Sekretaris BPBD Pesisir Barat, Arnold Malau, menyampaikan bahwa proses pencarian telah selesai dan situasi di lokasi kejadian kini telah dinyatakan terkendali. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar selalu waspada. Kondisi arus sungai, apalagi di sekitar cekdam, sangat berbahaya bagi anak-anak,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



