Axioo Hype Flex 7+ Pro Max: PC All-in-One 14-Core Sekencang Laptop Gaming tapi Hemat Daya!

Sabtu 07-03-2026,13:54 WIB
Reporter : Budi Setiawan
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Buat kamu yang pengen setup meja kerja estetik tanpa kabel ruwet, PC All-in-One (AIO) jelas jadi jawaban paling pas. Tapi sayangnya, rata-rata PC AIO tuh identik sama performa kentang yang cuma kuat buat ngetik doang. Nah, kali ini Axioo bikin gebrakan seru lewat seri Hype Flex 7+ Pro Max terbarunya. Perangkat ini diklaim sebagai PC AIO non-gaming paling ngebut yang pernah mereka rilis ke pasaran.

Channel YouTube Jagat Review baru aja ngetes langsung ketangguhan PC ramping seharga Rp13 jutaan ini. Bayangin aja, jeroannya pakai prosesor Intel seri HX yang biasa nongkrong di laptop gaming kelas atas! Hasilnya ternyata lumayan bikin kaget, apalagi buat kamu yang butuh mesin multitasking kelas berat. Yuk, kita bedah tuntas apa aja kelebihan dan sedikit kelemahan dari PC AIO bongsor ini!

BACA JUGA:Bongkar Resep dan Sejarah Mie Kocok Bandung, Kuliner Legendaris yang Gurihnya Bikin Kangen Terus!

Desain Cakep, Layar 27 Inci Super Fleksibel

Kesan pertama pas lihat Axioo Hype Flex 7+ Pro Max ini adalah desainnya yang elegan dan minimalis. Bodi paduan logam dan polikarbonatnya didominasi warna putih dengan aksen hitam yang sangat eye-catching. Bentuknya udah mirip banget sama monitor gaming kekinian dengan bezel yang tipis di berbagai sisi. Asyiknya lagi, dalam paket penjualannya kamu bahkan udah dapet wireless keyboard dan mouse secara gratis.

Layar raksasa berukuran 27 inci ini pakai panel IPS dengan resolusi Full HD (1920x1080). Walau resolusinya standar, refresh rate-nya udah tembus 100Hz yang bikin gerakan animasi terasa jauh lebih smooth. Cakupan warnanya juga nyaris 100% sRGB, jadi masih cukup aman buat kebutuhan editing foto atau video ringan harian. Permukaannya juga dilapis material non-glare, alias bebas pantulan cahaya lampu yang sering bikin mata cepat lelah.

Satu hal yang paling mencuri perhatian adalah stand monitornya yang super ergonomis layaknya produk kelas premium. Kamu bebas mengatur ketinggian, kemiringan, sampai memutar layarnya menjadi posisi vertikal alias portrait. Mode vertikal ini pastinya kepakai banget buat programmer yang butuh membaca barisan coding super panjang. Buat kamu yang sering membaca artikel web panjang atau dokumen tebal, fitur ini jelas jadi penolong banget.

Fitur unik lainnya ada di sektor kamera webcam beresolusi 5 Megapiksel yang tertanam di atas layar. Kamera ini mengusung mekanisme pop-up yang bisa disembunyikan ke dalam bodi monitor saat sedang tidak dipakai. Desain cerdas ini otomatis bikin privasi kamu lebih terjamin dari ancaman oknum hacker iseng di internet. Kualitas tangkapan gambarnya pun udah sangat layak buat menunjang agenda online meeting bareng klien atau bos.

BACA JUGA:Bye Kulit Kusam! Ini 4 Rekomendasi Serum Murah Buat Hempas Flek Hitam Menahun Bikin Wajah Glowing

Dapur Pacu "Monster" Berbalut Bodi Tipis

Di balik bodinya yang tipis, Axioo nekat membenamkan prosesor "monster" Intel Core i7-13650 HX generasi ke-13. Prosesor ini membawa 14 core dan 20 threads, bikin urusan membuka puluhan aplikasi berat jadi terasa enteng. Buat sektor memori, Axioo membekalinya dengan RAM 16GB DDR4 dual-channel model SODIMM yang gampang dibongkar pasang. Kapasitas RAM ini bahkan bisa kamu maksimalkan sampai 64GB kalau memang butuh performa tingkat dewa.

Urusan penyimpanan juga nggak kalah lega karena pabrikan sudah menanamkan SSD NVMe PCIe Gen 3 berkapasitas 512GB. Kecepatan baca storage ini tembus 3.500 MB/s, jadi proses booting Windows 11 bawaannya terasa super kilat. Kalau dirasa masih kurang puas, kamu masih bisa nambahin satu keping storage SATA 2,5 inci jenis HDD atau SSD. PC ini beneran ngasih ruang ekspansi internal yang tergolong luas buat ukuran sebuah perangkat ringkas.

Gimana performanya buat membedah project video konten kreator zaman now? Waktu dites render video Full HD 60fps berdurasi 5 menit pakai CapCut, PC ini cuma butuh waktu 4 menitan aja! Tapi kalau pakai software Adobe Premiere Pro, perangkat ini dirasa lebih optimal buat ngerjain project standar Full HD 30fps. Intinya, buat editing harian tingkat menengah, tenaga 14 core yang ditawarkan udah lebih dari cukup.

Sayangnya, tetap ada sedikit catatan minor di sektor memori dan keluaran audionya. RAM DDR4 yang terpasang rupanya cuma berjalan di kecepatan 2666 MHz, bukan 3200 MHz seperti standar masa kini. Hal ini otomatis bikin performa grafis bawaan (IGP) dari Intel UHD jadi terasa kurang maksimal menyokong beban visual. Selain itu, sepasang speaker bawaannya punya detail suara yang bagus tapi volume maksimalnya masih kerasa kurang nendang.

BACA JUGA:Cara Gampang Klaim Saldo DANA Kaget 7 Maret 2026 Tanpa Harus Upgrade Akun Premium!

Kategori :