MEDIALAMPUNG.CO.ID – Head lag pada bayi merupakan kondisi ketika kepala bayi tertinggal atau tidak mampu mengikuti gerakan tubuh saat bayi ditarik dari posisi berbaring ke posisi duduk.
Kondisi ini biasanya terjadi karena otot leher bayi belum cukup kuat untuk menopang kepala secara stabil.
Pada masa awal kehidupan, kontrol otot leher bayi memang masih sangat terbatas. Karena itu, kepala bayi sering tampak terkulai ke belakang ketika diangkat atau diposisikan duduk.
Meski umumnya masih tergolong normal pada usia tertentu, orang tua tetap perlu memahami kapan kondisi ini wajar dan kapan perlu diwaspadai.
BACA JUGA:Niat Berangkat ke Gaza, Chiki Fawzi Sempat Buat Ikang Fawzi Kaget dan Khawatir
Apa Itu Head Lag?
Head lag adalah kondisi ketika kepala bayi tidak mampu mengikuti gerakan tubuh saat bayi ditarik perlahan dari posisi tidur telentang menuju posisi duduk. Kepala bayi akan tampak tertinggal atau jatuh ke belakang.
Tenaga kesehatan biasanya mengevaluasi kondisi ini saat pemeriksaan perkembangan bayi. Dokter akan mengamati respons bayi ketika tubuhnya ditarik perlahan dari posisi berbaring.
Pemeriksaan ini membantu menilai kekuatan otot leher serta perkembangan motorik bayi.
BACA JUGA:Wardatina Mawa Mantap Cerai dari Insanul Fahmi, Isyaratkan Kemungkinan Tuntut Harta Gono-Gini
Kapan Head Lag Masih Dianggap Normal?
Head lag umumnya masih dianggap normal pada bayi usia 0 hingga sekitar 3 bulan. Pada periode ini, otot leher bayi masih dalam proses penguatan.
Memasuki usia 3 hingga 4 bulan, sebagian besar bayi mulai mampu menahan kepala dengan lebih stabil. Saat ditarik ke posisi duduk, kepala biasanya tidak lagi tertinggal jauh di belakang tubuh.
Jika bayi sudah berusia lebih dari 4 atau 5 bulan namun masih mengalami head lag yang jelas, kondisi tersebut sebaiknya diperhatikan lebih lanjut.
BACA JUGA:Pemprov Lampung Optimistis Belanja Pegawai Tetap di Bawah 30 Persen hingga 2027