Cilung, Jajanan Aci Digulung yang Melegenda di Tanah Sunda

Rabu 04-03-2026,06:02 WIB
Reporter : Linda Kurniati
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Cilung merupakan jajanan kaki lima khas Sunda yang populer di lingkungan sekolah dasar hingga pasar tradisional.

Nama cilung adalah singkatan dari aci digulung, di mana “aci” berarti tepung kanji atau tapioka dalam bahasa Sunda. Jajanan ini dimasak tipis di atas wajan datar, lalu digulung menggunakan tusuk sate.

Meski sederhana, cilung memiliki cita rasa gurih dan tekstur kenyal yang khas. Tak heran jika camilan ini tetap digemari lintas generasi.

BACA JUGA:Bupati Egi Lantik Pejabat Eselon II dan Tunjuk Plt Kominfo saat Safari Ramadan di Rajabasa

Asal Usul dan Perkembangan

Cilung berkembang di wilayah Jawa Barat, terutama di kawasan perkotaan seperti Bandung dan sekitarnya. Popularitasnya meningkat sejak 1990-an ketika aneka jajanan berbahan dasar aci mulai menjamur.

Masyarakat Sunda dikenal kreatif mengolah aci menjadi berbagai camilan, seperti cireng, cimol, dan cilor. Cilung hadir dengan konsep berbeda karena proses memasaknya dilakukan langsung di depan pembeli.

Bagi anak-anak sekolah, momen melihat adonan cair berubah menjadi lembaran tipis lalu digulung rapi menjadi daya tarik tersendiri. Interaksi sederhana itu membuat cilung lekat dengan kenangan masa kecil.

BACA JUGA:Wagub Jihan Tinjau Ruas Jabung–Simpang Maringgai, Pembangunan Dimulai Usai Lebaran

Bahan dan Cara Pembuatan

Bahan utama cilung terdiri dari tepung tapioka, sedikit tepung terigu, air, garam, dan kaldu bubuk. Minyak digunakan untuk melapisi wajan agar adonan tidak lengket.

Adonan dibuat encer, kemudian dituangkan tipis seperti membuat kulit lumpia. Jika ingin variasi, telur bisa dipecahkan di atasnya, lalu diratakan sebelum digulung.

Setelah setengah matang, lembaran adonan digulung menggunakan tusuk sate. Cilung kemudian diolesi saus atau ditaburi bubuk cabai sesuai selera.

Tekstur kenyal berasal dari kandungan pati pada tepung tapioka. Sementara tambahan terigu membantu adonan lebih mudah dibentuk dan tidak terlalu lengket.

BACA JUGA:OJK Lampung Ungkap Kredit UMKM Kian Melambat, Risiko Pembiayaan Meningkat

Kategori :