Cekcok dengan Istri, Pria di Lampung Utara Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Minggu 01-03-2026,22:24 WIB
Reporter : Hasan Saputra
Editor : Budi Setiawan

LAMPURA, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Warga Dusun 6 Bernah, Mulang Maya, Kecamatan Kotabumi Selatan, digegerkan oleh penemuan mayat seorang pria berinisial FF (34).

Korban ditemukan tewas gantung diri di kamar tidur rumahnya pada Minggu (1 Maret 2026) sekitar pukul 12.10 WIB. Aksi nekat ini diduga kuat dipicu oleh permasalahan rumah tangga setelah korban cekcok dengan istrinya.

Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh Marhadi (34), atasan tempat FF bekerja sebagai sopir toko garam. Marhadi dihubungi oleh istri korban dan diminta untuk mengecek kondisi suaminya yang sendirian di rumah.

Permintaan tersebut muncul karena sebelumnya FF sempat menghubungi sang istri untuk berpamitan dan mengancam akan mengakhiri hidupnya.

BACA JUGA:Kapolres Lampung Utara Tegaskan Penggerebekan Sabung Ayam Sesuai SOP

Setibanya di lokasi, saksi terkejut mendapati korban sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan leher terjerat tali di kayu kasau kamar tidur.

"Saksi yang melihat keadaan tersebut langsung meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar, kemudian melaporkan hal ini ke Polres Lampung Utara," kata Kasat Reskrim AKP Ivan Roland Christofel mengonfirmasi kejadian tersebut.

Berdasarkan penyelidikan awal, motif korban mengakhiri hidup murni karena tekanan masalah keluarga. Diketahui, istri korban telah pergi meninggalkannya ke Jakarta sejak dua minggu lalu akibat pertengkaran hebat di antara mereka.

Keempat anak korban saat ini dititipkan di kediaman mertua, sementara FF yang merupakan perantau asal Sumatera Selatan tinggal sendirian di rumah milik atasannya tersebut.

BACA JUGA:Proses Alih Wilayah 9 Desa ke Bandar Lampung Masih Menunggu Paripurna DPRD

Menurut keterangan kepolisian, FF diduga putus asa karena upayanya memperbaiki hubungan rumah tangga tidak membuahkan hasil.

"Korban sempat meminta istri untuk pulang, namun istrinya menolak. Hal itu membuat korban mengancam akan bunuh diri," jelas AKP Ivan.

Hasil pemeriksaan tim medis dari Rumah Sakit Ryacudu menguatkan dugaan bunuh diri tersebut, ditandai dengan ditemukannya memar bekas jeratan tali pada leher serta ciri-ciri fisik khas gantung diri lainnya.

Polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan luar, dan korban diperkirakan telah meninggal lebih dari lima jam sebelum ditemukan. Dari lokasi kejadian, aparat kepolisian turut mengamankan sejumlah barang bukti, meliputi seutas tali tambang biru, tali karet, sebuah ponsel Android, serta sebilah golok.

Kategori :