2. KUR Mikro
Untuk pinjaman di atas Rp10 juta hingga Rp100 juta, bunga berkisar antara 6% hingga 9% efektif per tahun.
Besaran tersebut dapat dipengaruhi riwayat pinjaman, kelengkapan administrasi, dan kebijakan internal bank.
Meski lebih tinggi dibanding Super Mikro, angka ini masih lebih rendah dibanding kredit usaha non-subsidi di perbankan umum.
BACA JUGA:34 Warga Tulang Bawang Keracunan MBG, SPPG Belum Kantongi SLHS, Qudrotul Minta Evaluasi Sistem
Memahami Sistem Bunga Efektif
KUR BRI menggunakan sistem bunga efektif. Artinya, bunga dihitung berdasarkan sisa pokok pinjaman setiap bulan.
Dengan metode ini, beban bunga akan menurun seiring berkurangnya pokok utang.
Sistem ini dinilai lebih transparan dibanding bunga flat karena debitur tidak membayar bunga dari total pinjaman hingga akhir tenor.
Sebagai ilustrasi, pinjaman Rp50 juta dengan tenor 24 bulan akan memiliki cicilan lebih tinggi di awal. Nilainya kemudian menurun seiring menyusutnya sisa pokok kredit.
BACA JUGA:Menu MBG Disorot dan Puluhan SPPG Belum Kantongi PBG di Lampung Utara
Dampak Bunga terhadap Perencanaan Usaha
Mengetahui rincian bunga sebelum mengajukan pinjaman sangat penting agar pelaku usaha tidak salah menghitung beban cicilan. Proyeksi yang keliru dapat mengganggu operasional bisnis.
Beberapa hal yang perlu diperhitungkan antara lain estimasi pendapatan bulanan, biaya operasional rutin, serta proyeksi keuntungan setelah tambahan modal. Idealnya, cicilan tidak melebihi 30%–40% dari laba bersih bulanan.
BACA JUGA:Alyssa Soebandono Tegas Bantah Isu Terima Beasiswa LPDP
Syarat Umum Pengajuan