Risol goreng yang biasanya berisi bihun dipotong-potong sebelum dimasukkan ke dalam mangkuk.
Saat kuah panas disiramkan, risol menyerap kaldu sehingga menambah kedalaman rasa.
Kuah rempah dibuat dari campuran bawang putih, bawang merah, merica, jahe, dan serai.
Pelengkap seperti kol iris, tomat, daun bawang, seledri, emping, acar, sambal, serta perasan jeruk nipis semakin memperkaya rasa dan tampilan hidangan.
BACA JUGA:Sambut Ramadan, Koramil dan Polsek Tanjung Bintang Gelar Patroli
Cara Penyajian Tradisional
Soto mie Bogor umumnya disajikan dalam keadaan panas mengepul. Mie dan bihun ditata terlebih dahulu di dalam mangkuk, kemudian diberi potongan daging, kikil, serta risol goreng. Setelah itu, kuah kaldu panas disiram hingga seluruh isian terendam.
Sebagai sentuhan akhir, emping, sambal, dan jeruk nipis ditambahkan sesuai selera.
Sensasi yang dihasilkan adalah perpaduan tekstur lembut dari mie dan daging, renyah dari emping dan risol, serta kuah hangat yang menyegarkan tenggorokan.
BACA JUGA:Konsolidasi MBG di Lampung, Dorong Serapan Produk Lokal dan Ciptakan Lapangan Kerja
Perbedaan dengan Soto Lain di Nusantara
Di antara ragam soto Nusantara, soto mie Bogor memiliki identitas yang mudah dikenali.
Berbeda dengan Soto Betawi yang menggunakan santan sehingga kuahnya lebih kental, atau Soto Madura yang dikenal dengan kuah kuning pekat, soto mie Bogor tampil dengan kuah bening yang ringan.
Selain itu, penggunaan mie sebagai komponen dominan serta tambahan risol goreng menjadi ciri khas yang membedakannya dari jenis soto lainnya. Inilah yang membuatnya memiliki karakter kuat dalam peta kuliner Indonesia.
BACA JUGA:Tren Jam Tangan Wanita Terlaris Awal 2026, Ini Model Favoritnya
Nilai Budaya dan Popularitas