Freelance Berkembang Tanpa Perlindungan Negara

Jumat 13-02-2026,07:47 WIB
Reporter : Krisna Jeri
Editor : Budi Setiawan

Di balik kebebasan dan fleksibilitas, freelance menyimpan kerentanan yang nyata. Pendapatan tidak menentu, beban kerja tanpa batas waktu, hingga posisi tawar yang lemah di hadapan klien menjadi risiko sehari-hari.

Tanpa kehadiran negara, pekerja lepas kerap harus menanggung sendiri seluruh risiko sosial dan ekonomi.

Ironisnya, kontribusi freelance terhadap ekonomi digital terus meningkat, namun pengakuan struktural belum sebanding.

Negara menikmati dampak ekonomi, tetapi belum sepenuhnya hadir untuk melindungi para pelakunya.

BACA JUGA:Ketika Stabilitas Kerja Mulai Retak, Freelance Muncul Sebagai Jawaban

Pertumbuhan freelance seharusnya menjadi alarm bagi pembuat kebijakan. Dunia kerja tidak lagi bisa dibaca dengan kacamata lama.

Negara perlu segera mengejar ketertinggalan melalui regulasi adaptif, skema jaminan sosial fleksibel, serta pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar digital.

Jika tidak, freelance akan terus tumbuh liar, tanpa perlindungan dan arah yang jelas. Bukan karena masyarakat tidak membutuhkan negara, melainkan karena negara belum siap mengikuti perubahan zaman.

Kategori :