Isi Buku Harian Lula Lahfah Bocor, Curhatan soal Reza Arap Bikin Awkarin Terkejut

Jumat 06-02-2026,17:16 WIB
Reporter : Lusiana Purba
Editor : Budi Setiawan

Unggahan Risya Brabo yang Penuh Duka

Risya Brabo, sahabat dekat Lula, membagikan potongan buku harian tersebut dengan nada emosional. Dalam unggahannya, Risya menuliskan betapa berat perasaannya setelah membaca tulisan Lula, terutama ketika mengetahui bahwa namanya termasuk dalam hal-hal yang selalu disyukuri almarhumah.

Risya mengungkapkan rasa bahagia sekaligus hancur. Bahagia karena kehadirannya berarti bagi Lula, namun hancur karena semua itu baru benar-benar ia sadari setelah sahabatnya pergi untuk selamanya. 

Unggahan tersebut memperlihatkan betapa dalam ikatan persahabatan yang terjalin di antara mereka.

BACA JUGA:Gunung Tambora, Pesona Kaldera Raksasa yang Menyimpan Jejak Letusan Dahsyat

Awkarin Ikut Bersikap

Setelah isi buku harian Lula tersebar, Awkarin turut memberikan tanggapan. Selebgram yang memiliki nama asli Karin Novilda itu mengaku tersentuh sekaligus terpukul. Namun, perhatiannya tertuju pada satu kalimat dalam buku harian Lula yang menyebut rasa syukur karena Reza Arap masih mau berbicara dengannya.

Awkarin mempertanyakan makna di balik tulisan tersebut melalui komentar singkat yang bernada heran. Ungkapan itu langsung memicu perbincangan luas di kalangan warganet. Banyak yang mencoba menafsirkan maksud Awkarin, sementara sebagian lainnya meminta publik untuk tidak berspekulasi berlebihan.

Tak lama kemudian, Awkarin kembali menulis pernyataan melalui Instagram Story. Dalam unggahannya, ia menyinggung bahwa kebenaran perlahan mulai terungkap di waktu yang tidak terduga. Kalimat tersebut semakin memantik rasa penasaran publik, meski tidak disertai penjelasan rinci.

BACA JUGA:Vitamin untuk Saraf yang Bagus: Rahasia Menjaga Fungsi Saraf Tetap Sehat dan Optimal

Publik Terbelah, Privasi Dipertanyakan

Beredarnya isi buku harian Lula memunculkan dua reaksi besar di tengah masyarakat. Di satu sisi, banyak yang merasa tersentuh oleh kejujuran dan ketulusan Lula dalam menuliskan perasaannya. 

Di sisi lain, tidak sedikit yang mempertanyakan etika penyebaran catatan pribadi seseorang yang telah meninggal dunia.

Buku harian sejatinya adalah ruang paling personal, tempat seseorang jujur pada dirinya sendiri tanpa takut dihakimi. Ketika catatan tersebut menjadi konsumsi publik, batas antara empati dan pelanggaran privasi pun menjadi kabur.

BACA JUGA:Ikan Sembilang Noda Kuning: Hidangan Laut Beraroma Rempah yang Kaya Rasa dan Tradisi

Hingga kini, belum ada klarifikasi lanjutan dari pihak Reza Arap terkait isi buku harian tersebut. 

Kategori :