Marak Link Saldo DANA Gratis Rp1 Juta, Masyarakat Diminta Waspada Modus Penipuan Digital

Jumat 23-01-2026,16:15 WIB
Reporter : Adi Pabara
Editor : Budi Setiawan

Mengenal Program Resmi DANA Kaget

Perlu diketahui, DANA memang memiliki fitur resmi bernama DANA Kaget, yaitu program berbagi saldo secara acak yang dapat dilakukan oleh sesama pengguna. Program ini dibagikan melalui tautan resmi dan hanya dapat diklaim langsung melalui aplikasi DANA, bukan melalui browser atau situs pihak ketiga.

Meski demikian, saldo yang dibagikan dalam program tersebut bersifat terbatas, baik dari segi jumlah maupun waktu. Artinya, tidak semua orang yang mengakses tautan akan mendapatkan saldo karena sistem bekerja berdasarkan kuota dan kecepatan klaim.

Situasi inilah yang kerap dimanfaatkan pelaku penipuan dengan membuat link palsu yang tampak meyakinkan, seolah-olah merupakan bagian dari program resmi DANA.

BACA JUGA:Pagar Alam, Jejak Megalitikum yang Hidup di Tanah Besemah

Cara Memastikan Link Saldo DANA Aman

Agar terhindar dari risiko penipuan digital, pengguna dompet digital disarankan lebih cermat dalam memeriksa setiap tautan yang diterima. Link resmi DANA Kaget hanya menggunakan domain resmi dan akan langsung terhubung ke aplikasi DANA. Jika tautan mengarah ke browser atau meminta pengguna melakukan login ulang, maka patut dicurigai.

Pengguna juga diingatkan untuk tidak pernah membagikan kode OTP dan PIN kepada siapa pun. Informasi tersebut bersifat rahasia dan tidak akan diminta oleh pihak DANA, termasuk oleh akun yang mengaku sebagai layanan pelanggan.

Selain itu, pemanfaatan fitur keamanan di aplikasi DANA sangat dianjurkan untuk membantu mendeteksi potensi risiko dari tautan atau nomor mencurigakan. Tautan yang dikirim oleh nomor asing atau akun tanpa identitas jelas sebaiknya diabaikan, meskipun disertai janji hadiah dalam jumlah besar.

BACA JUGA:Dhena Devanka Tegas Bantah Isu Nikah Siri dengan Anton Subowo, Sebut Rumor Fitnah Berkepanjangan

Literasi Digital Jadi Kunci Pencegahan

Maraknya kasus penipuan online menunjukkan bahwa literasi digital masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Masyarakat perlu dibekali pemahaman bahwa tidak semua informasi yang viral di media sosial dapat dipercaya begitu saja.

Pihak berwenang terus mengimbau pengguna layanan keuangan digital agar lebih waspada, kritis, dan tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan instan. Keamanan data pribadi dan finansial harus menjadi prioritas utama di era digital.

Sebagai penutup, masyarakat diingatkan bahwa saldo gratis memang bukan hal yang mustahil, namun kewaspadaan tetap diperlukan. Lebih baik kehilangan kesempatan mendapatkan hadiah daripada harus menanggung kerugian akibat penipuan digital.(*)

Kategori :