Sementara itu, untuk tahap awal pengaktifan kembali, sekolah tersebut juga disiapkan tiga ruang kelas belajar.
“Untuk kapasitas ruang kelas belajar tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, yakni maksimal 32 siswa per kelas. Dengan demikian, secara daya tampung masih cukup memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Dikatakannya, operasional SMP Negeri 3 Krui nantinya akan dimulai dari awal, khususnya dalam hal penerimaan peserta didik. Sekolah tersebut akan membuka pendaftaran peserta didik baru untuk kelas VII melalui Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
“Karena itu nanti di SMP Negeri 3 Krui akan dimulai dari nol, artinya mulai dari seleksi penerimaan murid baru untuk kelas VII,” katanya.
BACA JUGA:Nasi Jajan Madura, Kuliner Sederhana dengan Lauk Beragam
Meski demikian, Disdikbud Pesbar tetap membuka peluang bagi siswa pindahan dari sekolah lain, baik untuk jenjang kelas VIII maupun kelas IX.
Kebijakan tersebut diambil agar keberadaan SMP Negeri 3 Krui benar-benar dapat menjadi alternatif layanan pendidikan yang inklusif bagi masyarakat di wilayah Pesisir Tengah dan sekitarnya.
“Kalau nanti ada siswa pindahan dari sekolah lain, misalnya siswa kelas VIII dan IX, itu tetap akan kami siapkan dan tidak ada kendala,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan harapan agar masyarakat dapat memberikan dukungan penuh terhadap pengaktifan kembali SMP Negeri 3 Krui.
BACA JUGA:Prasasti Batu Tulis: Jejak Terakhir Kejayaan Prabu Siliwangi di Tanah Sunda
Dukungan tersebut terutama diharapkan datang dari masyarakat Pekon Rawas, Kecamatan Pesisir Tengah, dengan menyekolahkan anak-anak mereka di SMP tersebut.
“Dalam SPMB tahun ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 3 Krui nanti tentu kami sangat mengharapkan dukungan dari masyarakat setempat, terutama yang ada di Pekon Rawas. Terlebih di wilayah itu hanya terdapat satu sekolah dasar, yakni SD Negeri 10 Krui, yang akan menjadi tonggak utama penerimaan siswa baru di SMP Negeri 3 Krui,” ujarnya.
Berdasarkan data Disdikbud Pesbar, jumlah siswa kelas VI yang akan lulus dari SD Negeri 10 Krui pada tahun ini tercatat sebanyak 44 siswa. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan awal peserta didik baru di SMP Negeri 3 Krui saat kembali beroperasi.
“Untuk siswa yang akan lulus di SD Negeri 10 Krui tahun ini tercatat sebanyak 44 siswa. Artinya, jumlah tersebut bisa memenuhi kebutuhan siswa baru di SMP Negeri 3 Krui yang akan kembali beroperasi,” katanya.
BACA JUGA:Daftar Jam Tangan Rolex Terpopuler 2026 Lengkap dengan Kisaran Harga
Ditambahkannya, pelaksanaan SPMB diperkirakan akan mulai dilaksanakan pada Mei 2026. Karena itu, masyarakat diimbau untuk mempersiapkan anak-anak mereka sejak dini agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP tanpa harus bersekolah ke wilayah yang lebih jauh.