Oleh karena itu, perlengkapan pendakian yang memadai menjadi hal mutlak. Sepatu dengan daya cengkeram kuat dan pakaian yang nyaman sangat dianjurkan. Kondisi angin di ketinggian juga relatif kencang, sehingga pendaki perlu ekstra waspada, terutama saat musim hujan.
Sejumlah pihak berharap ke depan jalur pendakian Gunung Fatule’u dapat dilengkapi fasilitas pengaman sederhana, seperti tali pengaman di titik-titik rawan longsor, guna meminimalkan risiko kecelakaan.
Di area puncak dan lereng atas, berdiri tiga buah salib yang terlihat jelas dari kejauhan, bahkan dari tepi jalan raya. Jika cuaca cerah, dari ketinggian lebih dari 1.000 meter, mata pengunjung akan dimanjakan oleh hamparan hutan hijau yang membentang luas mengelilingi gunung.
Dari sudut tertentu, lanskap Kota Kupang pun tampak jelas, menghadirkan perpaduan kontras antara alam liar dan kehidupan perkotaan. Pemandangan inilah yang menjadi klimaks perjalanan, menegaskan bahwa seluruh usaha mendaki Fatule’u benar-benar sepadan.
BACA JUGA:Rapat Evaluasi MBG, Gubernur Mirza Tekankan SOP dan Integrasi Program Daerah
Akses menuju Gunung Fatule’u relatif mudah. Lokasinya berjarak sekitar 40 kilometer dari Oelamasi, pusat pemerintahan Kabupaten Kupang, atau sekitar 70 kilometer dari Kota Kupang.
Waktu tempuh dari Kota Kupang berkisar satu hingga dua jam melalui jalan beraspal dengan kondisi baik.
Meski belum tersedia transportasi umum langsung ke lokasi, wisatawan dapat menggunakan jasa ojek atau menyewa kendaraan dari Kota Kupang.
Rute perjalanan mengarah ke Kota SoE, kemudian berbelok di persimpangan dekat Pasar Lili. Hampir seluruh warga setempat mengenal lokasi gunung ini, sehingga bertanya kepada penduduk menjadi pilihan aman bagi pendatang.
BACA JUGA:Kejari Lampung Barat Tindaklanjuti Dugaan Masalah Menu MBG di Sekincau
Hingga kini, tidak ada pungutan biaya masuk untuk menikmati kawasan Gunung Fatule’u. Pengunjung hanya diminta memberikan imbalan seikhlasnya apabila menggunakan jasa pemandu lokal.
Di sekitar area parkir tersedia beberapa fasilitas sederhana, seperti warung makan, lahan parkir, serta lopo-lopo untuk beristirahat.
Meski fasilitasnya terbatas, pengalaman mendaki Gunung Fatule’u menawarkan kepuasan tersendiri—perpaduan tantangan ekstrem, cerita lokal, dan panorama alam yang sulit dilupakan.(*)