Inilah yang membuat freelance terasa relevan bagi mereka yang jenuh mengejar gaji tetap, tetapi ingin penghasilan yang lebih fleksibel dan sesuai usaha.
Banyak yang bertahan di pekerjaan karena takut tidak aman. Padahal, keamanan kerja hari ini pun tidak mutlak.
PHK bisa datang tiba-tiba, perusahaan bisa berubah arah, dan posisi bisa digantikan kapan saja.
Freelance mengajarkan satu hal penting, mengandalkan diri sendiri. Bukan berarti tanpa risiko, tetapi memberi kendali lebih besar atas arah hidup dan sumber penghasilan.
BACA JUGA:Freelance untuk Mereka yang Ingin Lebih dari Sekadar Bertahan
Freelance bukan solusi instan. Ada masa sepi klien, ada proyek bermasalah, ada penghasilan naik turun.
Namun di balik itu, ada kebebasan memilih, ada ruang berkembang, dan ada rasa memiliki atas setiap pencapaian.
Bagi mereka yang lelah mengejar gaji, freelance mungkin bukan jawaban sempurna, tetapi bisa menjadi awal untuk hidup yang lebih jujur pada diri sendiri.
Karena pada akhirnya, hidup bukan hanya soal angka di slip gaji, tetapi tentang merasa hidup saat menjalaninya.
BACA JUGA:KUR BRI 2026 Plafon Rp500 Juta, Ini Skema dan Simulasi Angsurannya